Thinking dan Logika.

Thinking dan Logika.
Dalam set theoretical model of memory, konsep semantic yang berlaku, direpresentasikan melalui suatu set seterusnya di . .

https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/07/09/thinking-dan-logika/.

SET THEORITICAL MODEL
Dalam set theoretical model of memory, konsep semantic yang berlaku, direpresentasikan melalui suatu set yang terdiri dari elemen-elemen atau koleksi-koleksi informasi. Berbeda dengan konsep clustering, pada set theoretical model, suatu kata yang memiliki sebuah konsep akan diolah di LTM, tak hanya varisasi konsep tersebut saja yang diolah, namun atribut dari konsep tersebut juga turut direpresentasikan di dalam LTM.
Contohnya:
Konsep yang dimaksud adalah burung, maka karakteristik konsep lain yang keluar antara lain, burung pipit, burung parkit, burung gagak. Sedangkan yang dimaksud dengan atribut antara lain ialah bersiul, memiliki sayap, memiliki paruh dan dapat terbang. Hal diatas memudahkan informasi tersebut untuk diolah sebagai suatu kesatuan set informasi, yakni set burung (burung pipit, burung parkit, burung gagak) dan set lainnya yakni set atribut (bersiul bersayap, dan terbang)
Pada memory, set theoretical model terdiri dari sejumlah set dari atribusi, atau juga konstelasi dari kejadian-kejadian, atribut, dan asosiasi yang terepresentasikan berdasarkan pengalaman-pengalaman, dan kemampuan retrieval yang melibatkan kemampuan verifikasi untuk mencari dua atau lebih set informasi yang berguna dalam menemukan karakteristik yang overlapping.

Dalam susunannya yang paling simple, verifikasi akan sebuah proporsi (contohnya: robin adalah nama species burung), hanya dilakukan dengan membandingkan atribut yang ada dalam suatu set (burung) dengan atribut yang ada pada set lainnya (robin).
Robin: objek fisik, hidup, hewan, berbulu, berdada merah
Burung: Objek fisik, hidup, hewan, berbulu
Tingkat kesamaan atribut yang ada antara kedua set informasi tersebut akan dijadikan sebagai dasar untuk sebuah kesimpulan akan validitas proporsi tersebut, apakah mereka emang merupakan suatu proporsi yang sama atau tidak (apakah robin = burung)
Mengenai hubungan antara hubungan antara set informasi, maka dibutuhkan hubungan yang bersifat logikal antara setiap set informasi tersebut. Dua tipe hubungan logical antara kategori semantic akan digambarkan melalui model Universal Affirmative (UA) dan Particular Affirmative (PA).
Dalam kasus UA, seluruh member dari satu kategori adalah bagian dari kategori lainnya, yang direpresentasikan sebagai berikut “Seluruh robin adalah burung”, sedangkan dalam kasus PA, yang berlaku adalah hanya sebagian dari anggota kategori yang merupakan bagian dari kategori lainnya, apabila dirumuskan sebagai pernyataan maka bentuknya adalah sebagai berikut “sebagian burung, adalah jenis robin”
Validitas dari setiap pernyataan ditentukan oleh relasi kategori semantic yang ada antara setiap set informasi.Relasi antar set pada umumnya ditentukan berdasarkan besar exemplar yang terbagi diatara dua buah proporsi
Apabila wanita digambarkan sebagai W dan penulis sebagai P, dapat dirumuskan pernyataan sebagian wanita adalah penulis, atau sebagaian W adalah P.
Tingkat validitasnya dari assertif logika UA adalah seluruh W adalah P, sedangkan untuk PA adalah sebagian W adalah P, pernyataan ini dilambangkan dengan area gabungan antara lingkaran W dan P
Untuk mengerti lebih jauh lagi, biasanya sebelum diolah, digunakan prosedur tipikal dari pengalaman. Subjek akan dipersilahkan untuk duduk sebelum melakukan screening terhadap pernyataan “Seluruh koin adalah pennies” ataukah “sebagian koin adalah pennies”, setelah itu subjek diminta untuk menentukan mana yang benar dan salah. Hasilnya adalah pernyataan “sebagian koin adalah pennies” (tipe PA) membutuhkan waktu lebih sedikit untuk diolah daripada pernyataan “seluruh koin adalah pennies” (tipe UA) .Kenapa? salah satu alasannya yakni tipe PA akan membutuhkan waktu lebih sedikit untuk diolah karena pernyataan tersebut akan membangkitkan pencarian dalam memori kita hanya sampai kita menemukan dalam bagian ingatan kita bahwa ada pennies yang berbentuk koin, tanpa harus memikirkan keseluruhan dari pennies adalah koin.
Meyer mengajukan dua tahap proses yang berguna untuk menghitung bahwa hasil dari sebuah statement diverifikasi lebih cepat. Tahap 1: Subjek memutuskan apakah S dan P saling berhubungan, apabila tidak maka akan ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencocokkan S dan P
Namun seharusnya tahap 1 menghasilkan kesimpulan yang positif sehingga tahap tersebut dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap 2:Informasi diretrieve hingga ditemukannya hubungan antara S dan P, Misalnya S merupakan bagian dari P. Apabila hubungan tersebut telah ditemukan maka kesimpulan positif telah ditemukan, yakni memang ada hubungan antara S dan P.
Contoh: Misalkan S adalah batu rubi, dan P adalah bebatuan, maka pernyataan S adalah bagian dari P, atau “batu rubi adalah bagian dari bebatuan” adalah benar adanya.
Berdasarkan kedua pernyataan tersebut, dapat ditemukan apabila pernyataan yang ingin disimpulkan hanya mencakup “sebagian” maka tahapan pertama yang butuh untuk dipenuhi, sedangkan untuk pernyataan yang mencakup “keseluruhan” maka kedua proses tahapan diatas dibutuhkan untuk dipenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang hanya mencakup “sebagian” validasinya akan lebih cepat diperoleh dibandingkan pernyataan yang bersifat keseluruhan.

Dr. Yul Iskandar., PhD.
Untuk melihat contoh-contoh soal Thinking dan Logika, lihatlah pada buku:
TPA, TPA untuk CPNS, dan TPA untuk ujian S2-S3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s