Awal zaman Jepang.

Ditahun 1942, Sutan Iskandar menulis: orang Belanda sedang sibuk menyuruh orang pribumi membikin lobang perlindungan (schuilkelder) di belakang kantor pos. Orang Belanda disini berpikir bahwa peperangan akan lama seperti di Eropah. Dia tak menyangka bahwa Nippon berani menyerang orang kulit putih. Penyerangan dengan kapal terbang lagi. Pendaratan nyaris tanpa perlawanan. Belanda lupa bahwa suatu negara yang rakyatnya kurang percaya pada yang memerintah, selanjutnya di blog https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/07/05/awal-zaman-jepang/

His Story of Sutan Iskandar (17)
As Told to Dr.Yul Iskandar., PhD
(Unauthorized and uncheck of story).

Ditahun 1942, Sutan Iskandar menulis: orang belanda sedang sibuk menuruh orang membikin lobang perlindungan (schuilkelder) di belakang kantor pos. Orang Belanda disini berpikir bahwa peperangan akan lama seperti di Eropah. Dia tak menyangka bahwa Nippon berani menyerang orang kulit putih. Penyerangan dengan kapal terbang lagi. Pendaratan nyaris tanpa perlawanan.
Belanda lupa bahwa suatu negara yang rakyat kurang percaya pada yang memerintah, pemerintahannya rapuh. Gampang hancur baik dari dalam maupun dari luar. Jajahan Inggris lebih baik, 70% rakyatnya menyukai dibawah pemerintahan Inggris, hanya beberapa politikus umumnya yang komunis tak suka dengan Inggris. Tapi komunis juga tak suka dengan Nippon.
Nippon telah mendarat dan angkutan udaranya menembaki kantor pos Sukabumi dengan mitralleurnja.

Cerita Sutan Iskandar di RSPAD, di bulan Juli 1974 diteruskan. Perkenalan antara Sutan Iskandar dan Sutan Syahrir, Amir Syarifudin terjadi pada congress Pemuda tahun 1928. Sutan Muhamad Zain, Zairin Zain dan Sutan Iskandar ikut dalam congress itu sebagai peninjau. Para pemuda yang menonjol saat itu adalah Moch. Yamin. Banyak pemikiran Yamin sebenarnya bersamaan dengan pemikiran Tan Malaka yang sedang melanglang buana dan keberadaannya hanya diketahui segelintir orang, diantaranya Yamin dan anak buah Yamin, yaitu Mr Amir Syarifudin Harahap.
Ketika Sutan Iskandar tinggal di Bandung, sebelum Belanda menyerah, Syahrir dipindahkan ke Sukabumi. Dia kadang kadang datang ke tempat Sutan Iskandar, karena sama-sama orang Padang. Saat itu syahrir sukar dicari katanya di Sindanglaya, besoknya sudah di Jakarta, yang sering di Cirebon dan Kuningan, serta di Surabaya.
Jepang kurang peduli pada Syahrir, karena dianggap masih muda, umurnya masih awal -30-an, baru pulang dari Digul, salah satu pulau dikepulauan Maluku (P.Banda) dan katanya sakit-sakitan, mungkin Malaria atau sebangsanya yang suka mengigau.
Ketika sumpah pemuda Sutan Syahrir dari Bandung. Masih sangat muda mungkin masih belasan tahun. Dalam beberapa hal anak-anak muda ini sepakat, bahwa Negara yang diperjuangkan adalah Indonesia (bekas Hindia Belanda). Yamin lebih extreme karena yang diperjuangkan adalah Indonesia Raya (Greater Indonesia), yang menurut Tan Malaka namanya ASLIA, Asia selatan, Australia dan sekitarnya.
Dalam rapat rapat Sutan Syahrir telah menunjukkan bahwa dia sangat cerdas, tetapi lebih realisis dari pada Yamin.. Dia tahu bahwa bangsa Indonesia baru 5% yang melek huruf latin, hanya beberapa gelintir yang bertitel sarjana. Dia tak segan-segan turun membuat sekolah untuk rakyat yang buta huruf. Sebagai orang Minang (lahir di Padang Panjang) dan masih keturunan orang Kota Gadang dari suku Piliang dan tinggal di Koto, Syahrir fasih bahasa Minang dan Bahasa Belanda. Tapi dia lebih suka bahasa Belanda, ini Yang Membuat orang sering ragu pada nasionalismenya, malahan meragukan apakah dia sosialistis.
Pada masa mudanya, apalagi setelah di negeri Belanda, dan menikahi seorang wanita Belanda, dia lebih akrab dengan orang sosialis yang agak anarsis. Kadang- kadang dia tak suka dengan masalah – adat istiadat atau hukum. Setelah pulang dari Negeri Belanda, istrinya ditinggalkan disana, dia telah menjadi sosialis, anti fascis, tetapi sifat anarsisnya kadang –kadang masih menonjol. Sebenarnya dia sosialis tulen, tapi dia seorang social democrat, tapi karena yang menjajah Indonesia di Negeri Belanda sering PM dari Sosial democrat, maka dia mengatakan sosialismenya di Indonesia adalah Sosialisme Kerakyatan. Karena kebanyakan dari anggauta partai, menganggap bahwa kalau bukan Marxis bukan socialis, Syahrir mendirikan partainya Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948, dengan bersandarkan (bukan berdasarkan) Marx-Engels.
Pemuda lain yang ikut congress 1928 adalah Amir Syarifudin. Dia lebih banyak mendengar tapi sekali bicara orang terkagum-kagum padanya. Dia pemuda pemberani dan tak mengenal takut.
Orang Jepang yang telah ada di Indonesia sejak tahun 1930-an, menganggap anak-anak muda ini bukan apa-apa, malahan pada umumnya mereka adalah orang –orang yang dianggap kiri. Agak mengagetkan untuk Sjahrir, Amir Syarifudin dan Hatta kalau ternyata Jepang punya interest dan knowledge yang kuat tentang ide sosialisme- kerakyatan. konon kabarnya, banyak perwira jepang yang simpati dengan sosialisme ini (simpati pada Hatta dan Sjahrir dan Amir Syarifudin, Tan Malaka, Yamin dll) karena dianggap dikemudian hari bisa membawa Jepang post-war kesuasana yang lebih adil.
Tapi dari semua anak muda ini tak seorangpun yang ikut Jepang kecuali Hatta. Syahrir dianggap sedang sakit, mungkin otaknya miring karena kena malaria di Digul, atau ada yang mengatakan dia kena penyakit TBC. Amir Syarifudin pada zaman Jepang tertangkap di Surabaya, akan tetapi dengan berbagai manuvre, mungkin bantuan Sukarno atau Hatta dia tak jadi dihukum mati. Tan Malaka pada zaman Jepang baru saja mendarat di Indonesia, dan berkeliaran di daerah Banten, Jakarta dan Jawa Tengah serta Surabaya, serta membina generasi baru seperti Chaerul Saleh, Yamin, dan kawan.
Syahrir sendiri membina pemuda-pemuda mahasiswa yang baru masuk Fakultas Kedokteran, diantaranya Mahar Marjono, Tajuludin, Daan Yahya, Sudjatmoko, Subadio Sastrosatomo dan Surabaya dipercayakan pada Djohan Sahruzah, diantaranya Listio yang membina anak muda diantaranya Yetty Rizali Noor, Tjugito, dll. Tapi Banyak anak-anak Surabaya yang kemudian menjadi radikal dan akhirnya menjadi komunis seperti Tjugito.
PSI berdiri karena pecahnya kongsi Syahrir, Amir Syarifudin dan Tan Malaka, semua mengaku sosialis, tetapi berbeda dalam strategi dan Taktik. Syahrir menganggap bahwa sosialisme tidak perlu dihubungkan dengan Marx-Engels, tetapi kubu ortodox seperti Djohan Shahruzah (masih saudara Syahrir, tetapi pemikirannya dekat dengan Tan Malaka) menganggap paham itu sangat penting. Akhirnya timbul kompromi bahwa PSI adalah sosialis bukan berdasarkan ajaran Marx-Engels tetapi paham sosialis yang disandarkan pada ajaran Marx-Engels.
Beda berdasarkan dan disandarkan hanya Syahrir saja yang tahu. Hal ini disebabkan bahwa Syahrir anti komitern (komunis internasional) yang sering mendikte masyarakat sosialis/ komunis local. Sebaliknya Syahrir juga tak suka dengan system Kapitalis dari Amerika Serikat, akan tetapi dia tahu, tanpa persetujuan atau tekanan AS dan Inggris, mustahil nantinya Belanda akan menyerahkan ke Indonesia.
Tetapi tentu saja sosialisme ini harus berdasarkan ilmu pengetahuan menuju masyarakat sosialis yang berdasarkan kerakyatan. PSI menentang diktator proletariat yang dipraktekkan di USSR dan negara-negara sosialis lainnya, menentang sistem kenegaraan USSR. Sosialisme kerakyatan yang dimaksudkan PSI adalah sosialisme yang menjunjung tinggi derajat kemanusiaan, dengan mengakui dan menjunjung persamaan derajat tiap manusia. Penghargaan pada pribadi seseorang di dalam pikiran serta di dalam pelaksanaan sosialisme.
Tahun 1928, Syahrir belum tercatat sebagai orang mempunyai peranan besar dalam Kongress Pemuda. Dia salah satu peserta congress. Perkenalannya dengan Zairin Zain, dilanjutkan ketika dia kemudian sama-sama pergi kenegeri Belanda melanjutkan sekolah Hukum. Perkenalan dengan Sutan Iskandar pada waktu sebatas sama-sama orang Minang. Ditahun 1928, Syahrir belum menjadi sosialis, tetapi telah menjadi nasionalis, yang menentang Provinsialisme. Tapi dia juga menentang persatuan dengan paksaan, karena persatuan seperti itu akan cepat hancur.
Di kalangan siswa sekolah menengah (AMS) Bandung, Sutan Syahrir menjadi seorang bintang. Syahrir bukanlah tipe siswa yang hanya menyibukkan diri dengan buku-buku pelajaran dan pekerjaan rumah. Ia aktif dalam klub debat di sekolahnya. Syahrir juga berkecimpung dalam aksi pendidikan melek huruf secara gratis bagi anak-anak dari keluarga tak mampu dalam Tjahja Volksuniversiteit.
Sebagai siswa sekolah menengah, Syahrir sudah dikenal oleh polisi Bandung sebagai pemimpin redaksi majalah himpunan pemuda nasionalis. Hidupnya sering kucing-kucingan dengan PID (Polisi Rahasia Belanda). Jadi tak aneh bila setelah selesai AMS dia pegi kenegeri Belanda untuk sekolah hukum. Dalam kenangan seorang temannya di AMS, Syahrir kerap lari digebah polisi . karena membaca koran yang ditempel pada papan dan selalu dijaga polisi agar tak dibaca para pelajar sekolah.
Serangan bangsa Jepang ke Asia Tenggara hanya berlangsung beberapa minggu saja. Seperti telah diramalkan oleh Tn Graham di akhir tahun 1920-an, dan awal tahun 1930, Jepang punya rencana untuk menguasai Asia Tenggara. Jepang memerlukan minyak, karet dan bahan mentah yang berlipah di Asia Tenggara,sedangkan Jepang sangat miskin dalam masalah itu. Di Asia Tenggara ada Inggris di Malaya, Kalimantan Utara, Birma dan India. Perancis di Indo-cina (Vietnam Laos, Kamboja), Belanda di Indonesia, Portugis di Timor Timur, Amerika Serikat di Filipina, dan Australia di Papua Timur (bekas peninggalan Jerman). Dari pengamatan Jepang selama 12 tahun, Belanda tak punya kekuatan, Begitu juga Perancis, karena pemerintahnya tak disokong oleh rakyatnya. Hanya daerah jajahan Inggris dan orang Inggris yang ditakuti, karena pemerintahnya sudah agak tertib. Pemerintah Jepang juga memperhitungkan Amerika Serikat. Australia menurut perhitungan Jepang hanya besar mulut tapi tak ada kekuatan militer. Menurut perhitungan Jepang, dalam beberapa kali serangan dari Indonesia, dan dari Timor Timur, Australia akan bertekuk lutut pada Jepang.

Serangan Jepang ke Indonesia telah diprediksi oleh Sutan Iskandar. Oleh sebab itu dia mempersiapkan diri untuk pindah dari Jakarta yang bakal rusuh dalam pergantian kepemimpinan ke Sukabumi ditahun 1940-an. Jepang merencanakan untuk melumpuhkan Amerika Serikat lebih dahulu sebelum dia merencanakan serangan ke daerah pasific. Ditahun 1941 bulan Desember, sebenarnya AS dan Jepang masih merundingkan suatu pakta perdamaian. Tidak ada yang tahu bahwa Jepang akan menyerang AS. Tapi berdasarkan informasi yang didapat 10 tahun yang lalu, dan dimana-mana sudah ada orang Jepang di Asia Tenggara, mustahil Jepang membiarkan peluang untuk menyerang AS.

Jepang selama setahun mempelajari kebiasaan AL AS di Pacifik. Armada yang terbesar AL di Pacifik berada di Hawaii. Mereka patroli setiap hari, kadang-kadang sampai 3 hari tidak pulang. Pada umumnya pasukan AS di Pasifik ditahun 1941 itu sangat santai. Dia merasa tak ada ancaman yang serius pada kepentingan AS di Pasifik. Potensial musuh hanya Jepang saja, sedangkan yang lain adalah negara-negara jajahan tanpa ada kekuatan dan kemampuan. Disamping itu ada Tentara Inggris dan Australia yang bisa diandalkan, menurut perhitungan orang Amerika.

Setiap hari Minggu, hampir seluruh angkatan laut AS berlibur di Hawaii, menyandarkan kapalnya, dan awaknya semalaman bermabuk-mabukkan diklub-klub malam. Hari minggu pagi keadaan kosong dan lengang, karena semua orang masih tidur. Tentara AS di Hawaii pada umumnya saat itu menikmati hari-hari yang santai. Sedang tentara AS di Eropa sedang berjuang keras melawan tentara Jerman.

Di Hari minggu 8 Desember 1941, pagi pukul delapan Tentara Jepang menyerang Hawaii, dan kerusakan dan kehancuran tak dapat dihindarkan karena tidak adanya kesiap siagaan tentara AS. Setelah Hawaii hancur, tentara Jepang dengan cepat dan dalam waktu 3 bulan sudah bisa menguasai Asia Tenggara seperti yang dia cita-citakan. Malaya dan Singapura jatuh dalam hitungan minggu. Indonesia jatuh dalam hitungan hari. Pemerintah Belanda menyerah tanpa syarat.

Di Sukabumi, di kantor pos semua orang Belanda hilang, apakah ditangkap atau melarikan diri. Jadilah Sutan Iskandar sebagai pemimpin PTT de fakto di Sukabumi. Pada mulanya Sukabumi adalah kota yang tenang. Malahan bendera merah putih telah berkibar setelah Belanda menyerah ke Jepang.

Akan tetapi disuatu minggu, terjadi kerusuhan dan penggarongan yang dilakukan oleh orang –orang tertentu. Kekacauan berlangsung selama 3 hari, kemudian datanglah tentara Jepang dengan berbagai peralatan militernya. Kota Sukabumi dalam waktu relatif singkat menjadi aman, akan tetapi kini semua kantor kantor pemerintah dibawah orang Jepang, lagi pula bendera merah putih tidak boleh dikibarkan di kantor-kantor pemerintah, yang boleh dikibarkan adalah bendera Jepang. Ternyata kemudian menurut Adik ipar Sutan Iskandar, yang juga ikut dalam membuat kekacauan waktu itu di Sukabumi, dia mendapat dukungan (perintah dan uang) dari orang Jepang.

Karena buku ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia, atau auto biographi ataupun memoar, tetapi hanya suatu His Story of Sutan Iskandar maka penulis hanya menuliskan apa yang dikatakannya.(Unauthorized and uncheck hystory)
Dr.Yul Iskandar., PhD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: