Tahun 2015-2018

Harusnya Tahun 1985-1988 akan terjadi kembali siklus destruktif bila tak ada alat untuk jalan keluar. Siklus ini tak terjadi tapi 10 tahun kemudian 1995-1998 terjadi aksi-aksi destruksi. Dalam cyclus generasi maka 20 tahun-an setelah 1995-1998 , tahun 2015 -2018 adalah masa krisis kedua, yang hanya bisa diatasi dengan mendatangkan teknologi yang tepat-guna. Ledakan –ledakan sporadic harus diwaspadai secara cermat. Ini adalah catatan dari YIS
Year 2015-2018
Should Year 1985-1988 cycle will happen again if there is no destructive tool for a way out. This cycle does not happen but 10 years later from 1995 to 1998 occurred destructive actions. In the 20 years cyclus generation of after 1995-1998, 2015 -2018 is the second crisis, which can only be solved by bringing in the right-to-use technology. Sporadic explosions have to watch out carefully. This is a record of YIS
His Story of Sutan Iskandar (16)
further https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/06/12/tahun-2015-2018/
His Story of Sutan Iskandar (16)
selanjutnya di
https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/06/12/tahun-2015-2018/

As Told to Dr.Yul Iskandar., PhD
(Unauthorized and uncheck of story).

Sutan Iskandar menulis, tidak lama antaranja jaitu tahun 1941, Gouverneur-General Tjarda van Starkenborg Stachhouwer mengumumkan perang dengan Jepang. “Hindia Belanda” dalam keadaan perang. Saya tidak diperdulikan lagi, perkara pemberhentian saya tidak disebut-sebut lagi. Malahan beberapa pemimpin lain yang dibuang ke Sukabumi, seperti Syahrir dan beberapa pemimpin pergerakan sering berkumpul dirumah saya, tak
ada komentar dari kantor.


Ini adalah cerita ketika Sutan Iskandar dirawat diRSPAD, Perang Dunia II sudah pecah, Jerman telah melalap beberapa negara Eropah. Tapi pemerintah Hindia Belanda seperti tak tahu menahu. Dia masih sibuk saja dengan urusan-urusan sepele, seperti mencari orang-orang yang anti Belanda. Orang Jepang di Indonesia sudah sibuk, tapi pemerintah seperti tak tak tahu menahu. Urusan-urusan sepele misalnya kedatangan tamu orang buangan politik menjadi masalah besar bagi orang Belanda. Malahan pertemuan makan-makan sampai urusannya ke kepala kantor dan lebih jauh lagi sampai ke Asisten Residen Sukabumi seorang Bangsa Belanda. Sedangkan mata-mata orang Jepang yang telah ada diseluruh Indonesia termasuk di Sukabumi tidak ada yang memperhatikan, kalau nantinya Belanda kalah pada Jepang adalah pantas saja. Bagaimana suatu negara yang sangat paranoid pada rakyatnya, tetapi membiarkan bangsa lain menghisap dan mengexploitasi kekayaan, bisa mendapat sokongan, dan ini berbeda dengan pemerintahan Inggris, dimana sebagian besar dia mengajak rakyatya ikut serta, kecuali yang benar – benar extrem. Bila ingin sukses memerintah, maka harus bisa memikat sebagaian besar rakyatnya, dan jangan paranoid pada rakyatnya, dan rakyatnya dijadikan musuh.

Perang Dunia II, yang akan datang datang, merupakan perang dunia yang mengerikan. Pada saat itu AS, Uni Sovyet dan Jerman sedang mengembangkan suatu senjata pemusnah masal, Bom Atom. Sebenarnya Jerman lebih unggul dari yang lain, karena selain orang-orangnya disiplin, konsisten tidak korup, dan orangnya pintar-pintar.

Inggris tak pernah senang dengan Jerman, sebaliknya Jerman tak begitu senang dengan Inggris. Tapi kenyataan sejarah saat itu dunia dikuasai oleh Inggris atau yang membantu Inggris.

Sejarah akan berulang, sejarah akan muncul dengan mirip seperti manusia. Manusia mulai dari embrio, menjadi bayi, kanak-kanak, dewasa, tua (seperti anak-anak lagi) dan mati. Begitu juga manusia seperti yang dikatakan oleh Oswald Spengler sejarawan Jerman di akhir tahun 1920-an. Tulisannya terkenal diseluruh dunia Der Untergang des Abendlandes. Dalam tulisannya itu yang ditulis setelah perang dunia I, dia meramalkan kehancuran Negara Barat (karena adanya perang lagi) dan perang ini dilakukan dengan senjata pemusnah masal.

Negara Barat Eropa tak belajar dari Perang Dunia I, dimana Negara Jerman dan Perancis- berperang hancur-hancuran. Bau perang dunia II, telah mulai terasa, tetapi di Hindia belanda pemerintahnya dan rakyat tetap tak acuh pada hal tersebut. Perang Dunia II diramalkan akan menghancurkan Barat atau Eropah, mereka tak menyangka akan ikut melibatkan Asia (tenggara).

Menurut Oswald Spengler ada cyclus generasi yang lamanya 40 tahun, dan cyclus kecil adalah 20 tahun. Jadi selalu ada pergantian generasi setiap 20 tahun. Di Eropah telah bisa dilihat sejak tahun 1789 (1790) dari Revolusi Perancis, tahun 1810, zamannya Napoleon, 1830 dst sampai perang dunia 1, tahun 1914 (1910), jadi diramalkan bahwa perang dunia II akan terjadi ditahun 1930-an, baik pertengahan atau akhir.

Sutan Iskandar juga meramalkan bahwa cyclus 20 tahunan, Cyclus 1, 2, 3,4, 5,6,7,8,9, aka nada di Indonesia Juga cyclus (1) itu akan terjadi dimulai 1908,

(Ternyata Suharto mampu menjaga tahun 1985-1988 tak terjadi apa-apa, dia menahan 10 tahun (1995-1998), terjadi ledakan besar, rumah-rumah dibakar, Perempuan Cina diperkosa, dirampok, dan sampai saat ini juga tak ada komisi independent menyelidiki masalah ini. Periode Cyclus baru tentunya 2015-2018 ( tambahan oleh penulis YIS)

Ditahun 1905 mulai ada pendidikan disegala lapangan, yang buahnya terjadi pada 1925 dengan banyaknya intelektual dari kalangan pribumi, yang mulai sadar untuk merdeka terhadap Belanda. Tetapi penagkapan –penangkapan juga terjadi tahun 1928, 1948, 1968, dan 1998. (Entah bagaimana yang akan terjadi pada tahun 2005-2008 (apakah perubahan damai, revolusi melati seperti di Spanyol dan Portuga, Tunisia, atau berdarah sedikit seperti di Mesir, atau berdarah-darah seperti di Lybia (YIS)

Tahun 1945-1948 adalah awal dari perubahan radical dari Hindia Belanda yang memerintah kemudian menjadi Indonesia bersatu.

Tahun1965-1968 ada peristiwaG-30S/ PKI adalah awal dari munculnya Tyrani gaya baru yang menamakan dirinya Orde Baru. Bagi sebagian orang yang mendapat keuntungan pada masa itu dinamakan masa atau zaman normal. Tidak ada hiruk pikuk demontrasi, tak ada hiruk pikuk pemboman, atau terorisme, Aman dan tenang buat sebagian besar rakyat Indonesia.

Pecahnya perlawanan antara kaum tyranis dan demokratis. Gejolak akan terjadi tahun 1985, dan 2005. (Dari catatan YI (penulis) ternyata tahun 1985 tak ada gejolak besar, Suharto bisa merepresi gejolak itu dan menangguhkannya sampai 10 tahun lebih.) Tapi sejarah akan mencari jalan keluar, perubahan akan tetap terjadi, yang dimulai tahun 1995 dan puncaknya 1998.

Cylus yang wajar, perubahan akan terjadi pada tahun 2015- bila ditahan, maka ledakannya menjadi lebih dahsyat, karena seperti magma, yang terpendam mencari jalan keluar, bila tertekan, maka kekuatanya akan bertambah hebat, ini akan terjadi ditahun 2015 sampai 2018.. Makin kuat tekanannya makin hebat ledakannya, hal ini dapat dilihat dari ledakan Gunung Krakatau tahun 1883.

Menurut Sutan Iskandar tahun 1905, rakyat Indonesia baru mulai belajar melek huruf, mulai menghilangkan tahayul-tahayul, mulai berpikir rasionil. Tahun 1925 mulai ilmu dan science berkembang, cara berpikir telah berubah, embrio nasionalisme mulai muncul. Pengaruh bangsa Turki yang menjadi Negara nasionalis-sekuler (tidak melibat agama dan negara supaya bisa diterima oleh Eropah dan Dunia Barat ) dari pada jadi Negara Islam (yang mungkin Eropah dan dunia Barat tak bisa menerimanya, Perjanjian Lausane tahun 1920-an yang menerima Negara Turki sebagai Negara yang berdaulat, walaupun kalah perang (karena ikut Jerman).

Muncul kesadaran berbangsa dan bernegara. Ditahun 1945 pemikiran awal (1905) telah mencapai satu generasi dan mulai lahirlah gerakan radikal yang melawan ketidak adilan dan kebodohan. Proses ini masih diikuti dengan mytos kepemimpinan, mytos dan irrasionalisme.
Proses civilisasi yang demokratis hanya bermakna bila individu yang egois, yang berpikir tentang kenikmatan dirinya, dapat dihalangi oleh kemajuan teknologi, yang membuat birokrasi mejadi ramping dan efisien. Tentu harus hati-hati represi yang berlebihan tanpa alat dan kontrol akan menyebabkan impuls destruktif dari manusia, yang semboyannya kalau saya tak bisa mendapatkannya, maka orang lainpun tak akan memilikinya.

Pengalaman destruktif bangsa ini telah berkali-kali terjadi, dengan berbagai alasan, ditahun 1925-1928 Hindia Belanda menghabisi semua lawan-lawan, atau potensial menjadi lawan politik pemerintah Hindia Belanda. Ada yang dibuang ke Digul ada yang dibuang keluar negeri.

Tahun 1945-1948 dengan alasan Belanda jangan menguasai daerah Republik, maka terjadi bumi hangus oleh bangsa sendiri. Tak ada yang tahu bahwa kawanan-kawanan bersenjata, merampok rumah-rumah yang ditinggalkan oleh rakyatnya karena di agitasi dan ditakuti Belanda akan masuk. Tak ada catatan sejarah, hanya Sutan Iskandar merasakan tahun 1947, rumahnya di Sukabumi dirampok oleh orang-orang bersenjata, baru kemudian dibakar. Sejarah hanya mencatat dengan heroic Bandung (dan banyak kota di Jawa Barat diantaranya Sukabumi) menjadi lautan api. Siapa yang melakukannya, apa notifnya, tak ada penelitian dan tak ada peduli sampai kini. Kota Bogor beruntung karena para tetuanya dapat berdamai dengan para kawanan bersenjata, mencegah Bogor menjadi lautan api. Meski diduduki Belanda, toh kalau rakyatnya sudah tak suka lagi, pemerintah akan goyah.

Tahun 1965-1968 pada awalnya ada agitasi dari kelompok Komunis yang merusak kampus (IPB) dan beberapa kampus lainnya. Kemudian terjadi lawan politik komunis yang melakukan perlawanan , dan yng kena adalah kaum minoritas Cina, yang dianggap komunis, padahal banyak juga Cina (yang pro Taiwan) anti Komunis, kampus UREKA (universitas Respublika) yang tak hubungan politik, juga dibakar, kemudian diambil alih oleh Yayasan Trisakti, yang jelas tiba- tiba menguasai seluruh asset UREKA. Kerusakan-kerusakan yang terjadi adalah dalam melawan PKI, artinya apa akan didahului oleh PKI, atau mendahului. Korban yang terjadi ratusan ribu (mungkin Jutaan) bangsa Indonesia yang dituduh komunis, saudara orang komunis, yang terbuang ke P.Buru, ditahan tanpa pengadilan, dpensiun atau dikeluarkan dari pegawai negeri. Ada juga yang menjadi Stateless di luar negeri, karena belajar di Negara Blok Timur , dan paspornya dicabut atau tak mau diperpanjang oleh kedutaan setempat.

(Tahun 1985-1988 akan terjadi kembali siklus destruktif bila tak ada alat untuk jalan keluar. Siklus ini tak terjadi tapi 10 tahun kemudian 1995-1998 terjadi aksi-aksi destuksi. Dalam cyclus generasi maka 20 tahun setelah 1995-1998 , tahun 2015 -2018 adalah masa krisis kedua, yang hanya bisa diatasi dengan mendatangkan teknologi yang tepat-guna. Ledakan –ledakan sporadic harus diwaspadai secara cermat. Ini adalah catatan dari YIS)

Setelah perang dunia II, sebenarnya dunia Barat telah belajar banyak. Hampir dipastikan tidak akan ada perang dunia III. Pada awalnya Amerika mengurung diri dirumahnya sendiri (isolasionist). Pada umumnya orang Amerika akan berkata daerah dia yang jauh dari konflik akan menjadi dunia yang damai dan tak akan mencampuri urusan orang lain.
Nyatanya tahun 1940-an, AS mendapat serangan dari Jepang di Hawai. Dia tersadar bahwa dia tidak bisa berdiri sendiri, tak peduli urusan orang lain. Dia merasa bahwa negaranya akan menjadi ancaman Negara lain, maka dia mengangkat dirinya menjadi polisi dunia.

Akibat buruknya banyak orang tak suka pada cara-cara Amerika yang ikut campur dalam berbagai urusan dalam negeri orang lain. Sebaliknya AS mengatakan bahwa urusan dalam negeri orang lain bisa membahayakan Negara Amerika, dia akan ikut campur. Setelah Perang dunia II, dunia menjadi sangat kecil. Misil-misil balistik antar benua dapat ditembakakn darimana saja yang bisa mengenai daratan Amerika. Amerika akan mejadi lebih paranoid dari sebelumnya.

Karena buku ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia, atau auto biographi ataupun memoar, tetapi hanya suatu His Story of Sutan Iskandar maka penulis hanya menuliskan apa yang dikatakannya.(Unauthorized and uncheck hystory)

Dr.Yul Iskandar., PhD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: