Tagore dan Agama Hindu.

. . . . . ketika mampir ke suatu desa didaerah Bengali dan dekat dengan Calcuta yang dinamakan Shriniketan. Desa ini merupakan desa yang diciptakan oleh Rabindranath Tagore. Didesa itu dibuat suatu desa yang self suporting, baik segi sosial maupun segi ekonomi. Daerah itu merupakan daerah yang sangat sosialis dan nasionalis. Penciptanya Tagore sebenarnya seorang Brahmana, dan sebenarnya dia terinspirasi dari Indonesia, dimana ada pondok pesantren yang sangat self supporting, Tagore pernah ke Indonesia di akhir tahun 1920-an. Perjuangan Tagore berbeda dengan Nehru dan Gandhi yang berjuang di bidang politik melawan Inggris, Tagore tak ingin suatu perlawanan yang agresif, baik politik apalagi kemiliteran. Tagore memperlihatkan minatnya menentang Inggris, tetapi melalui kebudayaan, yaitu menguatkan kebudayaan India dan seterusnya di . . https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/06/08/tagore-dan-agama-hindu/.


His Story of Sutan Iskandar (15)
As Told to Dr.Yul Iskandar., PhD
(Unauthorized and uncheck of story).

Di tempat kediaman saya yang baru, penduduk berbicara bahasa Sunda. Seorang tani jang buta huruf, entah disuruh orang entah untuk dia sendiri datang membeli “bade meser kantor pos sareng kapal udara”. Maksudnja tentu hendak membeli kartu pos bukan kantor pos dan akan dikirim dengan kapal udara, bukan membeli kapal terbang.

Kepala kantor pos Sukabumi Crough namanja adalah seorang jang sangat streng dan ditakuti oleh pegawainya. Dan pada kantor kecil ini kita harus mengerjakan tiga atau empat pekerjaan pada satu loket.
Besoknya saya dipanggil oleh kepala kantor pos tuan Crough dan bersama-sama dengan dia menghadap Ass. Resident. Saja seorang pagawai negeri (government Ambtenaar) dipersalahkan mengerjakan politik aktif bersama-sama dengan seorang yang berbahaya bagi pemerintah Belanda seorang yang dibuang (diinterneer) oleh Belanda, tinggal di rumah saya, seorang pegawai negeri. Artinya saya kaki tangan para para pemberontak. H.Abdul Karim menganggap dia hanya tinggal dirumah adiknya, tak ada hubungan politik, hanya karena keluarga. Saya akan dipecat dari jabatan karena hal tersebut diatas. Apa boleh buat, saya tak mungkin mengusir kawan karib kakak saya. Saya sebelum menikah tinggal dirumah H.Sutan Darab disurau Tapi air. Sambil menunggu surat keputusan pemberhentian, saya diper-bolehkan bekerja terus pada kantor pos Sukabumi.

Kota kecil Sukabumi mengikatkan Sutan Iskandar kepada suatu kota kecil di India daerah Shriniketan. Ketika dia berkelana 9 bulan sebagai pegawai, yang bebas tugas, tapi dapat gaji 75%. Di India , Sutan Iskandar berkeliling, dari New Delhi, ke Bombay, ke tempat peninggalan Kaisar Mongol di Uttar Pradesh, Lucknow, dan tentu saja dia Melihat Taj Mahal, satu dari 7 keajaiban dunia.
Tapi yang paling berkesan ketika mampir ke suatu desa didaerah Bengali dan dekat dengan Calcuta yang dinamakan Shriniketan. Desa ini merupakan desa yang diciptakan oleh Rabindranath Tagore. Didesa itu dibuat suatu desa yang self suporting, baik segi sosial maupun segi ekonomi. Daerah itu merupakan daerah yang sangat sosialis dan nasionalis. Penciptanya Tagore sebenarnya seorang Brahmana, dan sebenarnya dia terinspirasi dari Indonesia, dimana ada pondok pesantren yang sangat self supporting, Tagore pernah ke Indonesia di akhir tahun 1920-an. Perjuangan Tagore berbeda dengan Nehru dan Gandhi yang berjuang di bidang politik melawan Inggris, Tagore tak ingin suatu perlawanan yang agresif, baik politik apalagi kemiliteran. Tagore memperlihatkan minatnya menentang Inggris, tetapi melalui kebudayaan, yaitu menguatkan kebudayaan India..
Tagore pada tahun 1920-an akhir pernah ke Indonesia, dia bertemu dengan Sutan Moch Zein, dan tentu dengan Zairin Zain, dan Sutan Iskandar di Batavia. Dengan kapal laut dari India dia turun di Medan, dan menyusur pulau Sumatra, menyeberang keJawa, danke Bali. Dia terkesan sekali bahwa banyak sekali persamaan bangsa Indonesia dan Bangsa India. Jumlah suku bangsa yang besar, bahasa pemersatu yang belum mantap, dan berbagai kebudayaan yang hampir sama. Legenda Mahabrata, Ramayana, sama seperti di India, dan bedanya dari beberapa detail, misalnya Dorna, di India Dorna adalah guru yang dihormati oleh pandawa dan Kurawa. Tapi disisni Dorna disamakan dengan Belanda karena hidungnya mancung, dan dianggap pintar tapi tukang adu domba.
Indonesia belum merdeka tapi sudah punya lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka Rabindranath Tagore menciptakan lagu kebangsaan India. Dia juga belajar dari berbagai pesantren, dan mempelajari cara membatik, dan berbagai kebudayaan Indonesia, yang dia mau praktekkan di perguruan yang dia mau buat.
Dia membangun suatu bentuk pendidikan yang bebas di Shantiniketan, suatu tempat pendidikan yang bebas, tak ada kelas, bebas dari berbagai kewajiban, malahan bebas dari membayar uang kuliah. Kelas dilakukan diudara terbuka, dan muridnya dari berbagai bangsa . Disana ada juga 2-3 orang Indonesia salah satunya yang diingat oleh Sutan Iskandar adalah orang batak dengan marga Siregar.
Tagore orang Bengali, orang kaya dari daerah Barat India, (kini masuk daerah Pakistan), termasuk kasta Brahmana, yang kaya raya. Bapaknya Debendranath sangat religious (dalam agama Hindu) sedangkan Rabidranath seorang artis seniman, pengajar, philosopher, nasionalist, sosialist, reformer. Dia mendapat hadiah Nobel untuk literature tahun 1913. Bukunya yang terkenal Gitanyali ( Song offerings) diterjemahkan kedalam berbagai bahasa.
Sutan Iskandar tinggal selama 2 minggu di Shantiniketan, atas undangan dari Rabindranath Tagore sendiri, dan beberapa kali mengikuti open forum (discussion) dibawah Tagore. Pada saat itu Tagore walaupun telah berumur 70 tahun lebih masih berapi-api tentang perlunya perbaikan hidup rakyat miskin didunia.
Tagore adalah seorang kasta Brahmana, kasta tertinggi di India. Sejarah India yang panjang yang telah berumur 4000 tahun yang lalu. Mungkin dimulai dari datang bangsa Arya, masih serumpun dengan bangsa Indo-German (Kaukasian). Kulitnya putih, hidungnya mancung rambutnya agak merah, tinggi, besar dan bidang. Sejarah datangnya bangsa Aria ini tentunya tidak tercatat dalam tulisan yang tertulis, kecuali dalam kitab Veda, suatu buku suci bangsa India, yang ditulis dalam bahasa sansekerta. Kitab ini begitu sulit bahasanya, hanya kasta Bramana saja yang bisa membacanya.
Di India terdapat lebih dari 3000 kasta. Yang tertinggi adalah kasta Brahmana dan kemudian kasta ksatria. Kasta kasta lain merupakan kasta yang boleh dikatakan dihormati, akan tetapi ada kasta yang tak boleh didekati yaitu kasta Paria, suatu kasta yang bukan kasta dan boleh dikatakan sebagai binatang.
Sejarah India, pada umumnya adalah sejarah legenda yang lebih dari 3000 tahun, dan bersamaan dengan itu agama Hindu mulai tersebar di India, dan menjalar ke Indonesia pada awal abad masehi. Karena agama Hindu berasal dari India, banyak yang berpikir bahwa bangsa Indonesia juga berasal dari India. Mereka lupa bahwa bangsa Indonesia lebih banyak berasal dari migrasi bangsa mongol dari Tibet dan Asia tengah, dan bukan dari India yang terutama berasal dari pegunungan Kaukasus (Bangsa Aria). Kesalahan ini kita lihat misalnya samudra diselatan Indonesia dinamakan samudra Hindia, dan Indonesia dahulu dinamakan East India, atau Indian Islander (kepulauan India).
Para pemikir India murni biasanya menganggap bahwa benda adalah barang yang tak berguna, badan dan tubuh manusia sebagai karma dari kehidupan masa lalu, suatu kungkungan terhadap hidup yang abadi, menjauhi perempuan dan makanan (dari hewan) sebagai petapa atau bersemedi, sebagai bagian dari kerja yang suci. Bangsa yang demikian tentunya sukar untuk diajak bicara mengenai politik, sosialisme, teknik, upah, pekerjaaan, dan hal-hal duniawi yang akhirnya mementingkan kekuasaan, harta, tahta, dan makanan dan wanita.
Dalam cerita-cerita Hindu, misalnya mahabrata, dan Ramayana, jelaslah bahwa manusia, dewa dan monjet, bisa saling berhubungan dan barangkali bisa saling menikah dan mempunyai anak, yaitu setengan manusia dan setengah dewa. Arjuna misalnya adalah anak dari Dewi kunti (manusia) dan Dewa Indra.
Fantasi demikian tentunya dapat diterima oleh orang orang yang kurang berpendidikan, akan tetapi sulit diterima bagi orang yang berpendidikan. Tentunya perlu suatu tafsiran dari cerita-cerita itu, dan tentunya akan kurang bisa diterima oleh yang menganut faham hindu yang fanatik.
Agama Hindu datang mungkin bersamaan dengan kepercayaan monoteisme dari bangsa Yahudi, yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim (Abraham). Agama Hindu mempunyai banyak Dewa, dan sulit baginya untuk berpikir bahwa ada satu yang lebih berkuasa dari yang lain. Interaksi Agama Islam dan agama Hindu di Indonesia memunculkan satu dewa yang lebih dari yang lain yang dinamakan Sang Hyang Widi. (SHW) Akan tetapi SHW jarang dibicarakan fungsinya, malahan dalam agama hindu terutama di India hampir tidak ada bentuk nyata (patung) tentang SHW, yang ada adalah patung Sjiwa, Brahma, Wisnu, bersama yang dinamakan Trimurti.
India dan Indonesia pada zaman Hindu, tak mempunyai sejarah, sejarah seperti dimaksud dengan ilmu dari barat. Yang ada adalah suatu dongeng atau legenda, dan sedikit keterangan tertulis dan tentu saja otentik nya sukar dilakukan.
Dari sudut pemikiran para sejawan India, bangsa Asli India, bangsa yang kejam seperti Raksasa, dengan otak yang kurang, bertaring, hitam kelam dan biadab karena suka memakan sesama manusia. Kemudian datanglah bangsa pendudukan dari Utara (dari Kaukasia), bangsa yang beradab, putih dan cantik, berbahasa halus bahasa Sansekerta, Urdu (atau Hindi), yang mulai bisa menceritakan berbagai legenda dan kepercayaan. Tapi tak satupun peninggalan bangsa India selama 2000 tahun, yang bisa menjadi saksi sejarah tentang legenda itu, yang ada hanya legenda dan cerita yang tak tentu kebenarannnya Misalnya Sri Langka dianggap tempat tinggal Rahwana, akan tetapi sejarah tak pernah melihat ada jembatan yang dibuat dari India ke Sri Langka.
Tradisi ini dimulai dengan buku Rig Veda (buku tentang pengetahuan) yang ditulis dalam bahasa sangsekerta. Hanya para pendeta (kasta Brahmana) yang mampu membacanya. Disamping itu ada pula buku Yayur-Veda yang berisi cara cara ritual keagamaan, Sama-Veda yang berisi matra untuk ritual, dan Atharva Veda yaitu benda- benda yang diperlukan untuk kepentingan keagamaan. Sutan Iskandar bisa berbahasa Sansekerta, karena dia dan Sutan Muh. Zain, ingin membuat kamus Indonesia, sayangnya Sutan Iskandar terlalu sibuk kerja di Kantor pos, dan cita-citanya membuat kamus tertangguhkan.
Bangsa Aria yang membawa agama Hindu dan ajaran Veda ini , diperkirakan terjadi 4000 tahun yang lalu. Mereka menyebut dirinya kasta Brahmana, yang menguasai kitab suci Veda, dan hanya boleh makan, minum dan beristri dengan kaum Brahmana juga. Diluar kasta itu tidak boleh terjadi persentuhan. Dia mengalami perubahan pada 2500 tahun kemudian, ketika ajaran Jainisme dan Budhisme mulai muncul, yang membantah akan kekuasaan para Brahmana. Akan tetapi Jainisme dan Budhisme pada umumnya masih mempercayai adanya Cyclus Karma dari kehidupan manusia dan alam sejagat ini.
Brahma dalam bahasa sansakerta berarti neuter, bukan lelaki dan bukan perempuan, sesuatu yang jarang dalam bahasa-bahasa klasik dan kuno (Jerman, Latin, Yunani dan Sansakerta). Brahma juga berarti yang maha absolut, pendeta dalam Rig-Veda juga dinamakan Brahma, dan dewa yang berkuasa juga dinamakan Brahma. Jadi brahmanisme adalah sistem keagamaan yang diatur oleh kaum Brahmana dari kelompok agama Hindu.
Ada kelompok agama hindu, yang mengagungkan 33 dewa sekaligus, tentunya ini berbeda dengan mazhab Brahmanisme. Yang lebih sederhana adalah yang hanya mempercayai 3 dewa saja, yaitu Dewa Surya bersemayam dilangit, dan menerangi bumi, Dewa Agni di Bumi, dengan memancarkan panas dari api, dan Dewa Indra yang bersemayam di udara, yang mengatur hujan dan panas dan angin. Tiga serangkai ini Surya, Agni dan Indra, merupakan dewa-dewa yang dihormati, akan tetapi kaum Brahmana lebih menunjukan bahwa Dewa Brahma, Syiwa dan Wisnu merupakan trimurti yang harus disembah.
Sutan Iskandar bukanlah ahli kebudayaan, hal ini saja sudah membingungkan dia, dan bagi setiap orang India punya dewa yang sangat pribadi yang dipujanya. Mungkin pengaruh dari keyakinan bangsa Yahudi, agama Hindu kemudian menuju pada monotheisme, dan ini tertuang dalam kitab Upanisad-Veda. Kitab Veda yang terakhir yang berupa filosofi Hindu, menunjukkan adanya kecendrungan monotheisme.
Pada Upanisad-Veda dipelajari roh manusia dan Roh Universal. Roh manusia dinamakan Atman dan roh universal dinamakan brahman. Upanisad-Veda melihat tingkatan Atman, pada keadaan Jaga, keadaan tidur, keadaan mimpi dan tingkat keempat kesadaran gaib. Pada Upanisad dipekenalkan paradoxal yaitu bersatunya Roh (purusa) dan benda (prakarti). Adanya ajaran Karma diperjelas dalam buku Upanisad itu.
Orang India sendiri percaya bahwa kasta Brahmana adalah kasta setengah dewa. Mereka turun dari gunung Mahameru (Himalaya) untuk mengajarkan kebajikan kepada manusia didunia. Karena mereka setengah dewa maka mereka tidak boleh kawin campur dengan berbeda kasta. Dibawah kasta Brahmana ada kasta Kesyatria, panglima perang dan para pahlawan (Hero), yang bersedia mati untuk melindungi kaum Brahmana. Dibawah kasta Kesyatria ada kasta Waisya, pekerjaannya membantu para Brahmana dalam penyediaan makanan (sebagai petani), pedagang, penggembala binatang peliharaan dari para Brahmana. Kasta keempat adalah kasta Sudra, kasta yang bekerja untuk menjadi pembantu atau melayani ketiga kasta diatas. Ada lagi kasta ke lima, yang bukan dikatakan kasta, kasta kotor atau najis yang disebut Paria. Pernikahan antar kasta saja sudah dilarang, apalagi dengan kasta Paria. Bersinggungan saja dengan mereka sudah tidak diperkenankan.
Kasta Paria ini bukanlah sedikit, mereka mungkin penduduk Asli, sebelum bangsa Aria datang. Mereka umumnya berbadan besar dan berwarna hitam. Rambutnya hitam dan kadang kadang keriting. Jumlah mereka pada saat itu (tahun 1930-an) mencapai hampir 200 juta penduduk.
Dibawah pemerintah Inggris, (Yang disebut British –India Emperor) sebenarnya perlakuan semua kasta adalah sama. Akan tetapi kaum paria yang beragama Hindu tahu diri, dan memisahkan dirinya dalam golongannya sendiri. Akan tetapi diantara mereka ada pula yang menjadi Doktor, Insinyur dan profesi lainnya. Pada kasta Paria ini banyak yang berpindah agama menjadi golongan Islam, Budha, Kristen dan lain-lain agama yang tak mempersoalkan kasta.
Di India, golongan Islam cukup banyak (nantinya mereka mendirikan negara sendiri (yaitu Pakistan dan Bangla Desh) Pemeluk Islam di India jadinya ada dua golongan, yaitu yang sangat kaya mereka pada umumnya para bangsawan pada zaman Mongol yang Islam, atau kaum Paria yang berpindah agama dari Hindu menjadi Islam. Di Agra tempat Taj Mahal, banyak orang muslim, tapi begitu miskinnya mereka, sehingga waktu meninggal dia membawa kedekat Taj Mahal, supaya orang memberi sedekah untuk upacara penguburannya.
Sekolah yang dibangun oleh Tagore ini mendapat sangat banyak sympati dari berbagai bangsa diantaranya dari Malaya, Cina, Afganistan, Iran, Korea dan Beberapa negara Eropah, terutama anak-anak muda sosialis. Tagore pada tahun 1913 diangkat menjadi ‘knighted’ oleh raja Inggris, karena sifat nasionalisnya yang tak agresif, dan segi sosial dan pendidikannya. Akan tetapi tahun 1919, gelar kebangsawanan Inggris ini dikembalikan oleh Tagore karena kebrutalan tentara Inggris dalam menangani pemberontakan di Amritsar. Apa yang dilakukan Tagore hanya bisa berjalan selama Tagore ada, terlalu banyak subsidi oleh keluarga, sehingga masa depan Pendidikan dan Desa yang yang dibangun oleh Tagore diragukan keberlangsungannya..

Karena buku ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia, atau auto biographi ataupun memoar, tetapi hanya suatu His Story of Sutan Iskandar maka penulis hanya menuliskan apa yang dikatakannya.(Unauthorized and uncheck hystory)
Dr.Yul Iskandar., PhD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: