Negri Rum, Nabi Ayub dan Koda Troya.

Jadi Turki bukan sesuatu yang baru bagi bangsa Indonesia. Sejak zaman Imam Bonjol, pada perang Paderi, panglima – panglima Perang Imam Bonjol, semuanya dilatih oleh tentara Turki yang dikenal oleh orang minang sebagai Janistran (Janissaries), pasukan khusus Turki yang ada Timur Tengah. Arab Saudi pada zaman Imam Bonjol, merupakan daerah kekaisaran Otoman. Orang Turki 99% penduduknya adalah muslim, tetapi Kemal Ataturk, merubah negaranya menjadi negara sekuler. Disamping itu Turki yang ikut . . selanjutnya di :https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/05/26/negri-rum-nabi-ayub-dan-koda-troya/

His Story of Sutan Iskandar (14)
As Told to Dr.Yul Iskandar., PhD
(Unauthorized and uncheck of story).

Bulan November 1934 di Pariaman, saja menerima nota dinas penting dan harus berangkat dengan kapal “Sloet v/d Beele” ke Jakarta, awal bulan Januari, karena saya harus bekerja kembali di kantor besar Pos dan Telegrap Jakarta. Rupanya pada akhir 1934 masa depresi telah lewat, di Kantor Pos kekurangan orang, jadi saya secepatnya dipekerjakan kembali. Kali ini saja berdua dengan istri diatas kapal klas dua dan dapat membawa seorang bujang (bediende), tetapi bukan bediende yang saya bawa, tapi adik laki-laki istri saya, menumpang pula diatas deck ; semuanya adalah atas tanggungan pemerintah. Waktu makan di kapal diharuskan berpakaian rapi (netjes gekleed) dan dasi tidak boleh ketinggalan. Tengah hari dihidangkan ijs-cream dan petang hari “five o’clock tea”. Walaupun kapal itu seolah-olah hotel besar, namun mabuk laut tetap dirasakan oleh semua penumpang.
Di kantor pos Pasar Baru, Jakarta saya dipekerjakan lagi sebagai openaar, tukang membuka kantong-kantong pos jang berisikan surat-surat berharga dengan uang tanggungan minimal 10 Gulden sampai ratusan Gulden (Masa tahun 1974-an, 1 Gulden setara dengan Rp 100.000,-). Tidak semua orang boleh membuka kantung itu, serta melakukan tugas inschrijver menuliskan penggilan-panggilan lichter dsb.

Bukitinggi mengingatkan Sutan Iskandar pada kota Istanbul di Turki. Kota terbesar di Turki. Tadinya merupakan ibukota dari kekaisaran Otoman, yang sebelumnya bernama Constatinopel dari kekaiasaran Byzantium, yang oleh orang-orang di Timur dikenal sebagai negeri Rum. Turki yang melalui sejarah panjang, selalu dilanda perang baik dengan Yunani ( Peristiwa Troya), dikuasai oleh Yunani, dan Macedonia (Iskandar Zulkarnaen) kemudian direbut oleh bangsa Parsi (Darius) malahan oleh bangsa Roma (Constatine). Istilah Rum pada zaman dahulu sampai tahun 1950, merupakan istilah untuk Byzantium, kekaisaran Otoman dan menjadi Negara Turki sekarang. Ibukota Turki sejak modernisasi oleh Kemal Ataturk dipindahkan ke Angkara.

Intanbul bagi banyak orang Asia sering disebut Istambul (pakai m bukan n), malahan ada yang menyebutnya Islambol (Islam abounding). Istambul merupakan kota yang terletak didua benua, Eropa dan Asia, yang dipisahkan oleh selat Bosporus.

Jadi Turki bukan sesuatu yang baru bagi bangsa Indonesia. Salah satu kerajaan di Indonesia pada abad ke 18-19, yang punya hubungan diplomatik dengan kekaisaran Ottoman adalah Aceh. Tuangku Tagang Tunjuk, kakek Moyang Sutan Iskandar pernah ingin Minang kabau seperti Aceh, diakui sebagai negara berdaulat dan punya hubungan dengan kekaisaran Ottoman. Tapi secara halus ditolak karena di Minangkabau, Belanda telah bercokol di Padang, dan akan menyebabkan masalah Diplomatik antara Belanda dan Kekaisaran Ottoman. Tuangku Tagang Tunjuk hanya diperkenalkan pada pasukan (bayaran) Janistran (Janissaries), pasukan ini adalah pasukan berani mati, punya sejarah panjang sejak abad ke 14, mengabdi ke Kaisar Murad I. Pasukan ini terdiri dari berbagai bangsa, salah satunya dari Hindia Belanda, Filipina (orang Moro), pasukan Thailand yang muslim (selatan Thailand). Pasukan ini berlatih tiap hari, kalau tidak perang, tidak boleh menikah, berani mati atau bunuh diri, bengis pada lawan, santun pada rakyat. Pasukan ini ditakuti sekaligus banyak dipuji. Tentara Eropah atau Asia (Persia) tidak bisa menandingi kekaisan dan Kaisar Otoman yang meliputi, daerah Anatolia (Turki sekarang), daerah Arab dan Palestina, Irak dan Syria, batasnya adalah Iran.
Iran pernah membuat jalan dari Persia ke Yunani melalui Anatolia (Turki), jalan Pos militer yang penting, tapi yang memakai jalan itu secara masif adalah Iskandar Zulkarnaen untuk menyerang ke Timur, menduduki Anatolia, dan terus ke Persia yang waktu yang menjadi Raja adalah Raja Darius.
Sejak zaman Imam Bonjol, pada perang Paderi, panglima – panglima Perang Imam Bonjol seperti Tuang NanRenceh, dan beberapa Tuangku lainnya (yang diperkenalkan oleh Tuangku Tagang Tunjuk) semuanya dilatih oleh tentara Turki yang dikenal dengan Janistran (Janissaries) , pasukan khusus Turki yang ada di Timur Tengah. Arab Saudi pada zaman Imam Bonjol, merupakan daerah kekaisaran Otoman. Orang Turki 99% penduduknya adalah muslim, tetapi Kemal Ataturk, merubah negaranya menjadi negara sekuler. Memisahkan antara agama dan negara, dia tidak ingin menjadi tentara Tuhan. Semua agama diizinkan untuk berkembang, tetapi tidak boleh membawanya ke ranah public, seperti sekolah pemerintah atau kantor pemerintah. Undang-undang yang sifatnya berdasarkan hukum fikih, dihapuskan dan diganti dengan hukum sipil, seperti di Jerman.
Tentu para ulama banyak yang menentang, untungnya dia punya tangan kanan. Salah satunya adalah Ismet Inonu yang ahli politik, diplomasi dan perang. Ismet inonu yang berhasil meyakinkan bangsa Eropah bahwa Turki bukan ancaman lagi, baik dari segi agama maupun dari segi militer. Dengan kekalahan Jerman pada perang Dunia I, membawa dan menyeret Turki, sebagai negara yang kalah perang. Untunglah Ismet Inonu berhasil dalam perundingan Lausane di Perancis, untuk pengakuan Eropah pada bangsa Turki yang sekuler ( walaupun 99% beragama Islam) di tahun 1923. Ismet Inonu adalah orang sosialis, tapi namanya disana disesuaikan dengan keadaan. Salah satu sekertaris Ismet Inonu adalah Sulaemanye. Pemimpin partai Ismet Inonu yang berkuasa (menjadi Perdana Menteri). Sutan Iskandar ditampung oleh Sulaemanye di kantor partai, dengan tugas menterjenahkan berbagai surat dari Bahasa Belanda, Perancis, Inggris, Arab kebahasa Jerman. Selanjutnya Sulaemanye menerjemahkan dari bahasa Jerman ke bahasa Turki. Sutan Iskandar tak bisa berbahasa Turki.
Bahasa Jerman banyak dikuasai oleh Orang Hongaria, Austria, Herzgowina dan negara-negara Balkan, dan juga orang orang Turki

Pada masa tahun 1920-1930 kekacauan terjadi didaerah balkan, antara bangsa Macedonia, bulgaria, Croasia, Montenegro, dan Serbia. Turki mencoba untuk menentramkan keadaan yang ditulis bagus dalam cerita remaca Di sudut-sudat kota Balkan yang pernah dibaca oleh Sutan Iskandar ketika masih sekolah MULO, yang pengarangnya sama dengan menulis cerita Old Shaterhand di Amerika yang berkawan dengan suku Apache.

Akibat Turki yang ikut perang Dunia I bersama Jerman dan kalah, maka banyak sekali masalah didalam negerinya. Dan banyak negara yang tadinya dibwah kekaisaran Ottoman, memerdekakan diri, atau menjadi protektorat (perlindungan ) Inggris. SPLP (surat perjalanan laksana paspor) dari Sutan Iskandar sangat menolong banyak, sehingga dia tak terlalu rumit untuk mendapat Visa dari negara –negara itu.

Yang jelas Kemal memaksa untuk memakai huruf Latin, mengubah nama negaranya menjadi Turk(ey) seperti namanya. Tadinya di Turki, orang menulis dengan huruf arab, atau huruf Parsi, tetapi kini semua tulisan terutama surat-surat resmi harus dalam tulisan Latin. Perubahan itu memerlukan waktu, ketika Sutan Iskandar melamar untuk bekerja paruh waktu di Istambul, yang ditanya adalah apa bisa menulis dan membaca Latin. Sutan Iskandar tak bisa berbahasa Turki, tapi menempatkan surat-surat sesuai dengan negara dan ibukota negara di dunia, dia mampu, sehingga dia bisa bekerja sebagai Tukang sortir pos. Pekerjaan ringan hanya 2 jam sehari, selebihnya dia bisa jalan-jalan.

Ditahun 1930-an Istambul merupakan kota exotik yang menarik, akan tetapi rumit dan sedikit chaos. Ditahun 1873, Istambul dilalui oleh kereta yang dikenal dengan Orient Express. Tadinya mereka meencanakan dari Istambul ada kereta yang menuju Medina, Saudi Arabia.

Di Istanbul di kota tuanya dinamakan segitiga kota tua, dengan puncaknya dinamakan Saray Burnu. Disana ada istana kuno dari kaisar Topkapi Sarayi yang mulai dibangun diabad ke 15. Didaerah tersebut, di kota tua itu ada banyak pasar tradisional yang sering disebut Grand Bazaar. Pasar ini sangat unik dan mempunyai banyak lorong seperti labirin, dan diantaranya terletak toko-toko. Semua orang yang ke Turki pasti ke Grand Bazaar. Disana segala ada, ada yang menjual barang –barang antik seperti porselin, dan barang – barang dari Sultan Turki, misalnya baju-baju bekas dari kaisar Turki sebelum perang dunia I.

Turki adalah suatu daerah yang diperkirakan paling tua yang dihuni manusia. Mungkin Adam diturunkan disana, tetapi Siti Hawa ditempat lain, dan keduanya bertemu dipadang Arafah. Daerah itu dulunya 10 000 tahun yang lalu bernama Anatolia. Banyak Legenda tentang Anatolia itu. Selain Adam, juga ada Nabi Nuh yang membuat kapalnya dibuat disuatu bukit didaerah Anatolia, sehingga waktu banjir besar Nabi Nuh bisa membawa jemaahnya yang patuh, dan tak kena banjir besar.

Legenda lain adalah legenda tempat kelahiran dan kematian Nabi Ayub (Job), diceritakan bahwa Nabi Ayub dilahirkan dan dibesarkan serta mempunyai kekayaan yang luar biasa, serta biasa memberi fakir miskin. Dia sangat soleh dan mengabdi ke Allah. Syetan minta izin pada Tuhan untuk menggoda dan merayu Nabi Ayub, supaya ingkar pada Tuhannya. Nabi Ayub diberi kemudahan dan kekayaan yang luar biasa. Tapi malahan dalam kekayaan itu dia lebih banyak beribadah. Kemudian Syetan mencoba cara lain, Nabi Ayub dibikin miskin, menderita fisik dan mental. Seluruh badannya serasa ada ulat, dan siang malam berbaring dikamar tapi tak bisa tidur.

Harta kekayaan Nabi Ayub diambil oleh orang kepercayaannya, dan ternaknya mati karena para pegawainya berhianat, dan mengikuti rayuan syetan. Tapi Nabi Ayub dalam kemiskinan dan kesengsaraannya justru bertambah imannya.
Syetan berpikir bahwa tentunya Nabi Ayub akan berpaling dari Tuhannya, tapi nyatanya dia malah lebih beriman dalam segala kesengsaraannya. Dia berdoa dan meminta kepada Tuhan, supaya diampuni dosa-dosanya. Akhirnya Tuhan menyuruhnya meminum air yang kelaur dari tanah, dan mengambil dan memakan beberapa daun (rumput liar), dan ternyata penyakitnya makin lama makin baik. Disini Tuhan telah menunjukkan bahwa bila anda sakit maka yang pertama carilah obat yang tepat untuk penyakitnya. Ketika Nabi Ayub telah sehat kembali maka Tuhan mengembalikan apa-apa yang telah hilang, ternaknya bertambah kembali, para pengikutnya yang berhianat mati atau sakit. Dia kemudian berjaya kembali, dan tetap beriman pada Tuhannya.
Menurut legenda Nabi Ayub dimakamkan di Anatolia atau Turki. Ada kuburan Nabi Ayub, di Turki, tapi di Palestina dan Syria juga ada kuburan Nabi Ayub, mana yang benar kita tak tahu.. Pemerintah Kemal Ataturk melarang untuk menyebarluaskan masalah kuburan Nabi Ayub ini. Tapi secara sembunyi-sembunyi ada saja orang-orang yang mengatakan tahu tempat kuburan Nabi Ayub, yang terletak antara Istambul dan Angkara. Anehnya kuburan itu panjangnya 4 meter, jadi seperti kuburan raksasa.

Legenda yang agak modern adalah dari daerah Troy(a), dan kini dikenal sebagai daerah kota Hissarlik dipinggir pantai Anatolia, dekat selat Dardanela yang berbatasan dengan Yunani. Diceritakan kira-kira tahun 5000 tahun yang lalu , ada negara yang bernama Troya. Istri Raja Sparta, yang bernama Helen dibawa kabur oleh Paris, Pangeran dari Troya, anak dari Raja Priam. Raja Sparta tak terima dengan dan menyerang Troya dibawah pimpinan Agamemnon kakak dari Raja Sparta. Timbul perang antara Troya (Anatolia atau Turki) dengan Sparta (Yunani). Peperangan berjalan 10 tahun, tidak ada yang menang tak ada yang kalah. Benteng Troya terlalu kuat. Setelah 10 tahun berperang, semua kapal Sparta menyingkir dan tak terlihat lagi dari Troya. Tapi di pantai ditaruh Kuda raksasa dari kayu, ciptaan Odysseus. Tentara Troya berpikir bahwa kuda itu terlalu besar, lebih besar dari kapal, sehingga ditinggalkan oleh Sparta. Kuda itu dibawa masuk ke Benteng Troya dan diarak keliling kota dimana semua Rakyat Troya sedang mabuk kemenangan. Malamnya semua orang Troya capai dan tertidur, dan ternyata dari Kuda itu keluar tentara Sparta , yang membunuh semua tentara Troya, dan mengibarkan bendera, sehingga kapal-kapal Sparta berbalik kembali ke Troya, dan tentara Sparta masuk Troya.. Paris dan Helen kemudian bunuh diri. Sampai sekarang legenda Kuda Troya ini sangat terkenal dalam virus komputer. Kota Troya sendiri sudah berganti nama dengan nama yang modern. Hissarlik, Tapi penduduk Angkara, merasa di Hissarlik tempat kota Troya itu, seperti peperangan memang terjadi bukan hanya legenda. Di kota Hissarlik terdapat reruntuhan yang diyakini Benteng dari Raja Priam.

Pada awal abad ke 20, Turki dinamakan negara yang sakit di Eropah. Di Eropah semua sedang membangun, tetapi di Turki, selalu muncul masalah sepele, perkelahian dari golongan Islam radikal dan golongan Islam moderat. Kekaisaran Otoman, ternyata sedang keropos, yang berkuasa adalah ‘warlord-warlord’ sampai Kemal Ataturk mengambil alih kekuasaan. Tindakannya sangat radikal, topi khas Turki dilarang, dan dianjurkan memakai pakaian setelan seperti orang Inggris. Nama dia sebenarnya Mustafa Kemal Pasha, dan adanya kata Pasha itu menunjukkan bahwa dia termasuk keturunan Otoman. Tapi dia melarang orang memakai nama Pasha, setelah kekaisaran Ottoman digulingkan diawal tahun 1920-an.

Walaupun sejarahnya unik, banyak peningalan peningalan yang terkenal. Salah satu diantaranya adalah Mesjid biru (Blue Mosque). Yang dibangun oleh Sultan Ahmed didaerah Meydani. Pada mulanya saya heran mengapa mesjid itu dinamakan mesjid biru, sebab dari luar tak tampak dominasi warna biru. Baru setelah masuk kedalam ternyata bahwa interior mesjid itu dari porselin warna biru yang jumlahnya katanya sampai 30 000 keping.

Salah satu yang terkenal selain mesjid biru adalah mesjid di Hagia Sophia. Mesjid itu dulunya gereja yang dibangun pada abad ke 4, merupakan gereja ortodox, diabad ke 13 oleh bangsa Romawi dijadikan gereja Katolik, tetapi tidak lama pasukan dari orang orang ortodox merebut gereja itu itu menjadi gereja ortodox lagi. Pada abad ke 15 oleh Hagia Sophia gereja itu dirubah menjadi mesjid. Unik-nya bekas-bekas gereja Oleh Soltan Ahmed tidak dirusak. Di Mesjid itu ada mozaik kaisar Justianus, Bunda Maria, Kaisar konstantin dll. Uniknya Mesjid itu ada budaya Islam yang menonjol, Budaya katolik, dan Budaya kristen Ortodox. Nuansa Islam adalah mimbar yang dipenuhi dengan kaligrafi dari ayat-ayat Al-Qur,an. Dari penjaga mesjid ada rencana bahwa mesjid itu nantinya akan dirubah menjai musium, dan semua peninggalan tidak ada yang dirusak.

Di Istanbul banyak mesjid mesjid yang dibuat pada abad ke 17- 18 diantaranya Mesjid Bayesid II, dan mesjid Suleymaniye, yang dibangun pada abad ke 15 awal. Dari mesjid-mesjid dan berbagai peninggalan lain, agaknya Turki adalah satu –satunya negara di di Eropa yang penduduknya sebagian besar Islam, dan itu berkembang sampai sekarang. Berbeda dengan di Spanyol, yang pada awalnya berkembang Islam, akan tetapi kemudian surut, dan menjadi negara seperti negara Eropa lainnya. Kemal Ataturk dengan tangan kanannya Ismet Inonu dengan cerdik mengatakan bahwa Negara Turkey adalah negara sekuler, jadi pihak barat tak usah takut pada Turkey.

Pada tahun 1934, keadaan dunia sedang berobah. Masing- masing negara bersiap menuju suatu peperangan yang fatal. Jerman, Italia dan Jepang mulai lebih agresif.
Turki pada masa kekaisaran Ottoman terakhir, mengikuti Jerman. Dia mengandalkan tentara Jennistar, tentara sewaan Elit. Tapi pada abad ke 18, tentara ini memang dapat diandalkan. Berbagai negara yang terjajah (muslim) ikut tentara ini, diantaranya Tuangku Tagang Tunjuk, Kakek moyang Sutan Iskandar, Tuanku nan Renceh dan hampir semua yang bergelar Tuangku di Miangkabau adalah orang –orang yang pernah diklatih oleh tentara Jennistar, Juga banyak Tengku (bukan Teuku) dari Aceh yang berlatih di kekaisaran Ottoman. Perkataan Republik Turki(Turkey) baru setelah coup Mustafa Kemal berhasil ditahun 1923, dan dakui oleh Eropah dan dunia setelah perjanjian Lausane..

Pasukan Jerman dan Mousulini percaya diri disertai disiplin yang sangat mencengangkan. Hal ini tidak lain berkat adanya diktator yang memerintah mereka seperti Hitler, Mosolini dan Tenno Heka. Kemal Ataturk tidak mau terlibat lagi dengan Jerman dan dia mejauhkan diri dari Italia. Inggris, dibawah Arthur Neville Chamberline, beberapa kali menjadi menteri, dan menjadi perdana menteri. Dia orang yang tak suka perang, sehingga mengusahakan berbagai cara untuk berdamai dengan Nazi Jerman. Persetujuan Munchen 1938, adalah usaha dia untuk berdamai dengan Hitler dan tak terjadi peperangan antara Jerman dan Inggris. Akhirnya Jerman berperang juga dengan Inggris, sehingga dia mengundurkan diri dan diganti oleh Churchill.

Karena buku ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia, atau auto biographi ataupun memoar, tetapi hanya suatu His Story of Sutan Iskandar maka penulis hanya menuliskan apa yang dikatakannya.(Unauthorized and uncheck hystory)
Dr.Yul Iskandar., PhD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: