Belanda, Inggris, Jepang dan Cina.

Sistem (pajak) pertanahan sebenarnya sama dengan sistem Inggris, Tuangku Tagang tunjuk yang lahir tahun 1744, . . . .. Oleh Raffles dikemukakan bahwa seterusnya di . . . . https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/03/29/belanda-inggris-jepang-dan-cina/

His Story of Sutan Iskandar (8)
As Told to Dr.Yul Iskandar., PhD
(Unauthorized and uncheck of story).

Ditahun 1928, dibulan Sutan Iskandar menulis: pada ketika orang sedang berbaris dengan teratur di muka loket saya, datanglah seorang Inggris menyerobot ke depan dan memaki-maki saya dalam bahasa Inggris, karena surat tercatatnya dengan harga dipertanggungkan lima ribu Gulden (sekitar 5 .juta rupiah th 1974, sekitar 100 juta rupiah tahun 2010) saya tolak, dan menyuruh bawa pulang kembali. Surat itu secara teknis tidak memenuhi syarat sebagai barang tercatat dan harus diperbaiki. Waktu R.A.W. itu diserahkan oleh supirnya ke kantor pos R.A.W. (registered Aangegeven Waarde) itu, laknya berderai (broos), jikalau sampulnya dibengkokkan pecahlah surat itu, isinya bisa berantakan, sedangkan untuk surat tercatat dengan harga dipertanggungkan sebesar itu, bila surat hilang, atau tercecer, maka pemerintah menanggung resiko besar. Pemerintah (tentu dibebankan kepada saya) menanggung resiko 200 bulan gaji saya, ya sampai pensiun saya tak akan menerima gaji. dan prankonya ditempelkan diatas sampul berdempet-dempet (tidak bisa terlihat apakah yang dipakai perangko bekas atau baru, jadi dia harus mengganti pranko dan ditempelkan dengan jarak paling sedikit, setengah dari besarnya pranko.

Rupa-rupanya abang supir mengadu kepada tuan Inggrisnya yang tinggal di Hotel des Indes, lalu orang Inggris itu memarahi saya dalam bahasa Inggris “I will break your neck !” Dengan tidak sabar saya berdiri tolak pinggang dan menjawab dalam bahasa dia pula : “Why do you want to break my neck ?”

Orang Inggris itu tersenjum kemalu-maluan. Seterusnya saya terangkan kepadanya, bahwa dia bisa dituntut di muka hakim, karena menghina seorang pegawai negeri jang sedang menjalankan kewajibannya. Dengan mengatakan “Excuse me” dan mengulurkan tangannya seraya berkata “Sory, Shake hands” dijadikannya saya mulai saat itu sahabat karibnya dan akan menjemput saya dengan autonya yang bagus dari Hotel des Indes, menuju Petojo (tempat tinggal saya) ke Kantor pos di Daerah Pasar Baru sekarang. Dia bekerja didaerah Pasar baru.

Tadinya saya berpikir tindakannya adalah untuk menyambung persahabatan jang tidak disangka-sangka, akan tetapi ternyata dia mengorek banyak hal dari saya untuk mengetahui lebih banyak tentang bangsa Indonesia, pemimpinnya dll . Jadi menjemput saya untuk bekerja dan mendapat keterangan gratis cukup sebanding.

Suatu sore saya kedatangan seorang tamu. Ternyata dia kakak sepupu saya namanya Bagindo Amir, dia bekerja dengan seorang cina keluarga Oey Tiong Ham (perusahaannya dinamakan Oey Tiong Ham Concern). Dia datang masuk keruang kepala kantor, dan kemudian mengajak saya keluar dari kantor, rupanya dia meminta izin kepada kepala kantor pos, bahwa saya akan dibawa pergi. Ternyata saya diajak makan direstoran Belanda yang mahal harganya ( untuk makan itu dia mengeluarkan uang yang sama dengan satu bulan gaji saya ). Dia cerita dia sekarang di Semarang, bekerja dengan Taipan Cina, yang punya koneksi kemana-mana, terutama dengan orang Inggris di Siangapura. Dia menyumbang untuk sekolah-sekolah di Singapura terutama Raffles College sebesar $15.000, (bila tahun 1974 sama dengan 15 Juta rupiah) Dia menanyakan gaji saya, saya jawab 25 gulden, dan dia bilang sepatunya buatan Italia sejati, harganya 2 tahun gaji saya. Dia minta supaya berhenti bekerja di kantor pos itu dan bekerja dengan dia di Semarang. Saya tersenyum dan mengatakan akan pikir pikir dulu, tujuannya ke Jakarta adalah adiknya yang bungsu Bagindo Abubakar akan tamat sekolah di Pariaman tahun ini, dan dia akan disuruh sekolah ke Jakarta, dan dia mengatakan bahwa saya dekat Sutan Muhamad Zain, jadi coba carikan sekolah yang baik menurut Sutan Muh. Zain.

Ada perbedaan mentalitas orang Belanda , Inggris, Jepang dan Cina pada tahun 1920-an. Pada dasarnya mereka semua sama menganggap orang pribumi, tolol, malas dan tak bisa bekerja. Hanya saja orang Inggris lebih cepat mengakui kesalahan dan mudah minta maaf. Sebaliknya orang Belanda selalu mau benar sendiri. Lain halnya orang Jepang yang pada saat itu (1928) merasa terpanggil untuk membela kaum tertindas di Asia Timur dibawah kepemimpinan Jepang. Karena merasa superior orang Jepang jarang mengawini orang pribumi. Selama Jepang ada di Indonesia, boleh dikatakan jarang ada indo-indo Jepang. Kasta Orang Jepang adalah tertinggi, walaupun dengan orang barat sekalipun. Berbeda dengan orang Cina perantauan maka dimana dia tinggal disitulah negerinya. Kalau dia mengawini pribumi maka dia akan menjadi Cina juga. Menurut mereka suatu waktu didunia nanti 25 % adalah orang Cina, apapun kewarga-negaraan-nya. Tanda-tanda orang cina, mata sipit dan hidung tidak mancung, kulit kuning langsat (lebih terang dari pribumi, tapi lebih gelap dari orang Barat)

Dengan orang Inggris itu Sutan Iskandar menceritakan bahwa kakek Moyangnya Tuangku Tagang Tunjuk adalah sahabat dari Raffles. Orang Inggris itu baru tahu bahwa banyak aturan-aturan yang berlaku sebelum tahun 1900, adalah aturan yang dibuat oleh Inggris atau oleh Raffles. Sistem (pajak) pertanahan sebenarnya sama dengan sistem Inggris, bukan sistem Belanda. Tuangku Tagang tunjuk yang lahir tahun 1744, dalam umur 61 tahun bersahabat dengan Raffles, yang umurnya lebih muda (sekitar 30 tahun). Oleh Raffles dikemukakan bahwa yang datang dari Belanda ke Hindia Belanda, adalah merseneris (tentara bayaran) mereka datang hanya mencari untung saja. Jalan yang dibuat oleh Daendels dari Anyer sampai Panarukan sejauh 1000 km tidaklah jelas maksud tujuannya, kecuali untuk pertahanan fraco-Belanda. Transportasi pada waktu itu hanya dengan kuda atau gerobak. Dengan perahu layar perjalanan Jakarta –Surabaya jauh lebih cepat, akan tetapi karena dilaut Inggris yang berjaya, dan Dandels adalah bagian dari Franco-Belanda, musuh dari Inggris, maka dia terpaksa membuat jalan darat. Belanda tak berani di Lautan.

Jalan post dibuat tahun 1800-an itu (kantor post untuk surat belum ada), adalah untuk post pertahanan tentara Belanda, pertama di Indonesia, dibuat bagus dan lebar oleh Daendels, dari Jakarta melalui Depok, ke Buitenzorg (Bogor) Sukabumi, Cianjur, Bandung, Lembang, Cirebon dan terus ke timur sampai ke Panarukan. Rencananya pembiayaan pembuatan jalan ini ditanggung oleh para Bupati, akan tetapi kenyataannya, bupati-bupati tak punya uang, begitu juga Dandels yang baru datang tak punya uang, hingga pembuatan jalan yang mengerahkan ribuan penduduk pribumi tidak ada yang dibayar. Rakyat menyebutnya kerja paksa, tapi sebenarnya uang itu banyak , misalnya uang hasil pajak dan hasil bumi cukup, pajak tanah, uang itu sebenarnya cukup untuk membayar rakyat yang bekerja itu.

Belanda tidak pernah benar-benar memberikan petunjuk untuk administrasi pemerintahan, karena memang yang datang kesini sampai tahun 1800, sebenarnya hanyalah tentara-tentara bayaran dan saudagar- saudagar (VOC) korup. Pemerintahan yang ada diteruskan saja asal tak mengganggu Belanda. Pemerintah yang tertinggi adalah Raja, seperti sultan Jogja, Raja Solo (Paku Buwono), Raja Pasundan (di daerah Priangan), Raja Minangkabau, Raja Banten, Raja Banjar, raja Halmahera, raja Tidore, Raja Biliton dll. Raja ini langsung berhubungan GG (gebernur general) sebagai wakil Raja Belanda. Dibawah raja ada Bupati, seperti Bupati Sukabumi, Bupati Lebak, Bupati Cianjur, Ada walikota untuk daerah yang tak punya Bupati seperti Buitenzorg (Bogor), Batavia, dan beberapa kota lainnya, didaerah Minang, Bupati namanya Demang atau Damang.

Ketika jalan selesai maka tidak aturan sama sekali tentang pemakaiannya, sehingga ada kuda dan kendaraan (bendi atau gerobak) jalan disebelah kiri ada yang sebelah kanan. Mereka dengan jalan yang relatif lebar saling mendahului, dan tidak jelas mana jalan yang harus lebih dahulu. Raffles membuat aturan bahwa jalan harus disebelah kiri, dan kalau mendahului harus dari sebelah kanan, tidak boleh dari sebelah kiri. Aturan yang dibuat Raffles ini saja telah banyak menghindari kecelakan dari Jalan yang dibuat oleh Daendels. Aturan jalan di Hindia Belanda adalah berdasarkan aturan orang Inggris, yang berbeda dengan aturan di negeri Belanda sendiri.

Si Orang Inggris yang bernama Graham itu mendengarkan cerita Sutan Iskandar, bagaimana sebenarnya Belanda yang pada mulanya hanya memerintah di P.Jawa saja, akan tetapi karena kemampuan diplomatiknya dapat meminta supaya Inggris jangan ikut campur di Hindia Belanda. Mereka menukar Bengkulu dan Biliton dari Inggris dengan Malaka dan tak akan mengusik-usik Singapura untuk Inggris. Sebenarnya Belanda hanya cocok untuk berkuasa di Jawa tetapi tidak untuk diseberang. Raffles lama berada di Bengkulen dan punya hubungan baik dengan Raja-raja Mingkabau dan raja-raja Batak. Mereka Saling menghormati kedaulatan masing-masing. Minangkabau tak pernah membuat uang sendiri, untuk pertukaran biasanya dipakai Ameh (emas 2 ½ gram), atau uang kertas pound sterling dari Inggris. Belanda Hanya berkuasa atau berdomisili di kota Padang saja sebelum tahun 1830.

Mr Graham yang bekerja di Perusahaan Inggris-Belanda Un, dan dia juga bekerja sebagai koresponden intel Inggris di Indonesia. Tugasnya adalah melihat dan memata-matai kegiatan orang Jepang di Indonesia. Mulai tahun itu (1928-1930) banyak orang Jepang yang datang ke Hindia-Belanda. Jepang telah melakukan expasi militer ke Asia, ke Korea (Utara dan Selatan), Manchuria, dan China. Ke Asia tenggara yang dikirim adalah intel-intel tentara. Mereka telah merencanakan suatu agresi ke Selatan 10-15 tahun yang akan datang.

Intel-intel ini berprofesi sebagai pedagang kelontong, dan warung-warung kecil. Kalau dilihat dari dagangannya harusnya tidak banyak untungnya, tetapi ternyata orang Jepang itu agak mewah hidupnya. Ternyata menurut Mr Graham, orang –orang Jepang itu telah punya rencana besar untuk bangsa di Asia Timur, dibawah Jenderal Tojo. Mereka yakin bahwa bangsa Jepang terpilih oleh Dewa Matahari untuk membebaskan bangsa bangsa di Asia Timur dari dominasi Barat, dan akan merdeka dibawah kepemimpinan Jepang.

Bangsa Jepang membuat propaganda kemenangannya melawan Rusia di tahun 1905, dan mengemukakan bahwa bangsa Timur tidak kalah dengan bangsa Barat. Cita-cita Jepang terutama setelah Jendral Tojo menjadi Perdana Menteri adalah mendirikan Asia Timur Raya. (Greater East Asia) yang patuh pada Jepang.

Tetapi pada saat itu tidak ada seorangpun percaya bahwa bangsa Jepang punya minat expansi militer ke Selatan, sampai Asia Tenggara, walaupun pada waktu itu bangsa Jepang telah menduduki Korea dan Manchuria, dan sebagian dari negara Tiongkok. Rencana itu telah dibuat sejak 1928- 1930, dua belas tahun sebelum expansi itu benar – benar dilaksanakan. Disetiap kota berdiri toko-toko Jepang dengan barang-barang Made in Japan, barang-barang murah dengan kualitas buruk.

Sutan Iskandar mengemukakan bahwa kemungkinan besar pemilik toko itu adalah mata-mata Jepang di Indonesia. Dua tahun kemudian Mr. Graham dipindahkan ke Johor, Malaya, dan kemudian ke Singapura. Menurut Mr Graham, analisanya berdasar cerita Sutan Iskandar dan kesimpulan dia setelah berbicara dengan orang-orang lain, bahwa Bangsa Jepang akan menyerang Asia Selatan ditertawakan oleh para petinggi Bangsa Inggris. Itulah sebabnya penyerangan dan invasi Bangsa Jepang di tahun 1942, hanya beberapa minggu di Malaya dan Singapura, dan hanya beberapa hari di Indonesia. Belanda, Australia, Inggris dan Amerika Serikat tidak siap atas invasi itu, sedangkan Jepang telah mempersiapkan diri 12-15 tahun untuk invasi itu. Para pemimpin kulit putih, terlalu under-estimate akan kemampuan bangsa Asia.
(bersambung ke Sutan Iskandar 9)
Karena buku ini tidak berpretensi untuk menjadi buku sejarah hystory of Indonesia, atau auto biographi ataupun memoar, tetapi hanya suatu His Story of Sutan Iskandar maka penulis hanya menuliskan apa yang dikatakannya.(Unauthorized and uncheck hystory)
Dr.Yul Iskandar., PhD.

Satu Tanggapan to “Belanda, Inggris, Jepang dan Cina.”

  1. Andy Alexander Says:

    Om Yul, sering2 posting info spt ini ……… (Menarik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: