Bab I:Psikiatri Kusumanto- Yul Iskandar

Bab I:Psikiatri Kusumanto- Yul Iskandar
Azaz-azaz ilmu psikiatr,Hubungan Psikiatri Biologik dan Dunia Interpersonal, Demonology, mytologi dan kebatinan., Rumah Sakit Jiwa atau Panti Rehabilitasi, Rs.Jiwa atau panti Rehabilitasi (2) Oleh: Dr.Benny Ardjil, Sp.KJ., Neuro-psiko-fisiologi., Brain and Mind Conection.Kesadaran dan ketidak-sadaran (Councious)., Body-Mind-Concious-Power.,Emosi, Affect, gejala psikopatologis. Simbol dan simbolik., seterusnya di

https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/03/18/bab-ipsikiatri-kusumanto-yul-iskandar/

Azaz-azaz ilmu psikiatri
Pengharapan akan bagaimana pasien menjadi lebih baik, dapat bertahan dalam kesehariannya yang lemah, tapi adanya obat antipsychotic yang menjadi bernilai dan informasi tentang perkembangan mereka, pengharapan orang yang peduli terhadap pasien sangat potensi untuk di evaluasi ulang. Klinik harus menghindari pengobatan yang cenderung terlalu konservatif dan . . . . dan seterusnya di :

https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/08/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar/


Hubungan Psikiatri Biologik dan Dunia Interpersonal
Tidaklah wajar kiranya, untuk menutup mata kita untuk kemungkinan potensial maupun aktual, daripada factor hereditas tertentu, misalnya yang dijumpai pada beberapa golongan pasien psikiatri, . . . . dunia ini dinamakan dunia Intrapersonal, yang merupakan bagian dari inteligensi pada manusia menurut Multiple Inteligensi dari Howard Gardner (1993). Dunia masyarakat atau hubungan manusia dengan manusia dinamakan oleh Howard Gardner sebagai Inteligensi Interpersonal. . dan seterusnya di :
https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/21/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-2/

Demonology, mytologi dan kebatinan.

Harus ditegaskan bahwa ilmu psikiatri di Indonesia memang menaruh minat dan perhatian atas segi-segi demonology, mytologi dan kebatinan dalam hidup social cultural manusia. Akan tetapi sebagai psikiater kita hendaknya juga insyaf, bahwa semua paham dikalangan itu senantiasa diliputi oleh suasana rasa emosional yang berpasang surut menurut kecenderungan masing-masing individu baik yang menjadi pemimpin atau pemukanya, maupun mereka yang menjadi pengikut-pengikutnya. dan seterusnya di :
https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/22/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-3/

Rumah Sakit Jiwa atau Panti Rehabilitasi
. . . . . .penampungan dengan maksud mengasingkan daripada pergaulan masyarakat umum, suatu sikap yang sebetulnya agak sangat berlainan dengan ikhtiar logic . . .Tempat penampungan itu dapat berupa Rumah Sakit Jiwa, atau namanya bisa panti rehabilitasi. Tak ada instansi manapun yang memeriksa kelayakan panti-panti itu.
dan seterusnya di :
https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/24/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-4/

Rs.Jiwa atau panti Rehabilitasi (2)
Oleh: Dr.Benny Ardjil, Sp.KJ
Mantan Direktur RSJ Bandar Lampung dan Direktur RSJ Pontianak.
saya sebagai Direktur RSJ Bandar Lampung waktu itu, diwajibkan mengembangkan BPKJM, diberi panduan, di TOT, dibuat pertemuan tahunan dsb.Semua upaya saya jalankan untuk melaksanakan tugas ini sesuai “petunjuk”, dan hasilnya saya dan seterusnya di :
https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/02/22/rs-jiwa-atau-panti-rehabilitasi-2/


Neuro-psiko-fisiologi.
Ini berarti bahwa sampai taraf tertentu pula, baik secara langsung maupun tak langsung atau secara timbal balik ada factor-faktor atau segi-segi organic, tegasnya neurofisiologi memegang peranan dalam penjelmaan jenis tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Kelainan organic serebral, paling sedikit secara potensial dapat menjelmakan kelainan tingkah laku kepribadian individu yang bersangkutan selanjutnya di . . . . .
https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/25/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-5/

Brain and Mind Conection.
Salah satu indikasi pentingnya inter relasi dan pengaruh mempengaruhi dari pada jiwa dan jasmani dikemukakan oleh Halliday. Ia menggambarkan dengan angka-angka statistik bahwa sangat besar persentase penderita secara primer datang kepada dokternya karena terganggu kesehatan jiwanya, dan bukan karena terganggu fisiknya. Lebih tegas lagi laporan British Medical Association yang berkesimpulan bahwa kira-kira sepertiga dari pada seluruh penderita yang datang berobat pada dokter, pada pokoknya menderita gangguan psikologik emosional. Laporan-laporan yang demikian itu, dan yang sejenis . . . . . . . Selanjutnya di : https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/28/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-6/

Kesadaran dan ketidak-sadaran (Councious)
Dalam alam deskriptif maka manusia itu dianggap sadar, apabila ia berada dalam “suatu compos mentis”, yang dimaksud ialah bahwa ia dapat memastikan diri dan lingkungannya itu secara patut dan wajar. Jelas kiranya bahwa menyamakan status compos mentis dan keadaan kesadaran dalam istilah psikiatrik . . . . . secara psikodinamika kesadaran ini perlu dilihat dalam dimensi lain, pada umumnya pasien tidak sadar (uncounsious) . Selanjutnya di . . https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/31/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-7/

Body-Mind-Concious-Power.
Ada tiga hal yang mempersona manusia, yaitu Body atau tubuh, Counsious atau kesadaran, Power atau kekuasaan. Filsafat membicarakan ketiganya, sedangkan psikologi dan psikiatri lebih pada masalah counsious atau kesadaran. Malahan Psikiatri membedakan dirinya dengan apa yang para ahli filsafat membicarakan mengenai masalah counsious. Masalah ini menjadi penting dalam hubungan psikodinamika seperti . . . . . . . . . dan seterusnya di https://dryuliskandar.wordpress.com/2009/01/05/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-8/


Emosi, Affect, gejala psikopatologis.
Menurut hemat dan dan pengalaman kami, apa yang disebutkan sebagai konsep “hidup emosi (emotional life of reaction)” dan “keadaan afektif” tidaklah sama dan perlu dibeda-bedakan satu dari pada lainnya, walaupun banyak ahli berpendapat sebaliknya dan karena itu cenderung untuk menyamakan konsep-konsep itu. . . . . dari pada hal-hal yang terjadi dalam luas varisi hidup emosi, dan mungkin banyak sedikit dapat disamakan dengan apa yang dahulu disebutkan sebagai affect . . . . . Selanjutnya di : https://dryuliskandar.wordpress.com/2009/01/09/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-9/

Simbol dan simbolik.

Hal ini tidak usah mengherankan , karena memang ihtiar simbolik itu amat khas bagi individu manusia. Bukankah manusia itu sejak lahirnya sudah dilingkungi oleh benda-benda, peristiwa-peristiwa dan konsep-konsep yang hanya memberikan isyarat-isyarat atau pertanda pemberitahuan tentang arti maknanya masing-masing melalui simbolik . . . . dan seterusnya di
https://dryuliskandar.wordpress.com/2009/01/14/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-10/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: