Alkoholisme

Alkoholisme
Noviani Adeleyna, S.Psi., M.Psi : Bagaimana cara kerja alcohol dalam tubuh.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Alkohol adalah zat kimia yang mempengaruhi otak dan tubuh. Dalam jumlah terbatas, minuman
Selanjutnya dapat dilihat di:
https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/02/18/alkoholisme-2/

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi bertanya pada Dr. Yul Iskandar, Ph.D

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apa yang termasuk minuman beralkohol.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Yang dimaksud adalah minuman yang mengandung berbagai variasi alcohol (etanol) murni (minimal 4% maximal 60% alcohol), seperti anggur, bir, wiski, vodka, dan rum. Etanol yang didapat biasanya berasal dari peragian.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi : Bagaimana cara kerja alcohol dalam tubuh.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Alkohol adalah zat kimia yang mempengaruhi otak dan tubuh. Dalam jumlah terbatas, minuman beralkohol dapat mendorong nafsu makan, menghasilkan perasaan segar, karena alcohol akan menstimulasi aliran darah ke permukaan kulit. Saat alkohol men-capai otak mengurangi kecemasan, menghilangkan perasaan malu, dan kepercayaan diri bertambah.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Bila alcohol mempunyai dampak positif, mengapa alcohol dianggap zat kimia yang jahat.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D:Jika diminum secara terbatas, akibatnya positif. Tapi bila diminum dalam waktu panjang dan berlebihan akan muncul perubahan dalam kimia tubuh.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apakah akibat terhadap alcohol akan sama pada semua orang.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Tidak, sifatnya individualistis.
Pada yang satu minum alcohol mengubah perasaan duka menjadi ceria. Pada orang kedua menimbulkan agresi kejam. Pada orang ketiga mengantuk dan tertidur nyenyak.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apakah yang menjadi masalah jangka panjang
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Begitu toleransi terhadap obat meningkat, ketergantungan fisik dan mental juga mening¬kat. Artinya, badan pecandu menjadi terbiasa dengan efek obat dan membutuhkan dosis yang lebih besar untuk bisa menjadi “teler”. Meningkatnya ketergantungan fisik akan dii-kuti oleh ketergantungan mental.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi : Apakah Alkohol suatu stimulant
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Bukan malah merupakan zat menekan fungsi otak (depresan otak).

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apa yang diganggu oleh alcohol.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Alkohol mengganggu fungsi penilaian (judgment), , pengendalian-diri, dan keterampilan. Koordinasi antara tangan dan mata akan mengalami kemunduran. Ini bisa berbahaya bagi pengendara kendaraan motor, atau alat-alat berat.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apa ada masalah lain dari alkoholisme
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Bila pasien telah menjadi seorang alkoholik, maka masalah sosial, ekonomi dan medis- akan rusak. Anak remaja yang terlalu mabuk tidak akan masuk ke sekolah, pekerja yang mabuk atau hangover tidak mampu lagi meneruskan bekerja. Para ibu serta ayah yang alcoholic tidak mampu menjadi orang tua yang efektif. Alkoholisme dapat menyerang siapa saja, tanpa memedulikan umur, golongan, kepercayaan, bangsa, atau gender.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apa cara terbaik untuk menyembuhkan “hangover”,,
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: ‘Hangover’ adalah rasa sakit (khususnya sakit kepala) ketika bangun setelah minum minuman keras terlalu banyak. Penyembuhan terbaik untuk “hangover” adalah istirahat. Paracetamol mungkin dapat dipakai untuk menyembuhkan sakit kepala yang berat, tetapi aspirin tidak boleh diminum;. Dehidrasi merupakan salah satu penyebab terjadinya “hangover”.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apa sebab orang minum alcohol berlebihan.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D:. Dalam dosis kecil minum alcohol dapat diterima dan disetujui oleh berbagai budaya, walaupun dalam dunia Islam minum alcohol adalah perbuatan yang diharamkan. Bangsa Yahudi, Arab dan diberbagai Negara dengan kultur Islam yang dijunjung tinggi alkoholisme adalah sangat jarang.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Pekerjaan /Profesi apa yang rentan untuk minum berlebihan.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D:. Beberapa profesi yang rentan pada alkoholisme – diantaranya tenaga marketing, orang yang sering melakukan perjalanan, pengurus bar, dan para direktur perusahaan. Mereka berisiko karena seringnya mereka bersosialisasi serta ke-mudahan mendapatkan alkohol.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Apakah wanita lebih sering menjadi alkoholik.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Memang kini minum beralkohol di antara wanita meningkat, tapi masih lebih sedikit daripada pria. Namun begitu, jika seorang wanita menjadi alkoholik, ia lebih rentan terhadap efek buruknya.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi : apakah ada tanda-tanda awal seorang menderita alcoholic.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Perlu waktu bagi seseorang untuk sampai digolongkan sebagai seorang alkoholik. Gejala yang harus diawasi adalah obsesi terhadap alkohol serta ketidakmampuan untuk berhenti. Jika satu individu yang menderita stress dan cemas lari ke minuman beralkohol, ini membawanya ke minum lebih banyak lagi, dan menimbulkan kecemasan baru dan karena bertambah cemas maka dia akan minum alkohol lebih banyak, sedangkan bila kecemasan berkurang menjadi alasan untuk merayakannya dengan minum alkohol.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi : Bagaimana cara minum beralkohol yang aman
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Sebaiknya makan besar dahulu, baru minum. Hal ini akan memperlambat penyerapan alcohol ke dalam aliran darah. Sebaiknya minum secara bergantian antara minuman beralkohol dengan yang tidak beralkohol. Jika seseorang tidak ingin minum berlebihan, ia harus disiplin untuk menetap-kan batasan jumlah yang boleh diminum sebelum menjadi mabuk.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Kawan saya dulunya seorang periang, kini pemurung dan menutup diri. Apakah kebiasaan minum yang menjadi penyebabnya?
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Ya. Peminum berat dapat menjadi murung, pemarah, pencemburu, paranoid, pelupa, kadang-kadang ada halusinasi.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Kemana penderita alkoholisme harus pergi minta perto¬longan.
Dr. Yul Iskandar, Ph.D: Mereka bisa minta pertolongan ke psikolog klinis atau psikiater di klinik rehabilitasi ketergantungan obat dan zat.

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi: Terima kasih atas ulasan mengenai alcohol semoga dalam waktu lain kita dapat berbincang lagi.

Dr.Yul Iskandar., PhD : Terima Kasih kembali..

Noviani Adeleyna S.Psi.M.Psi adalah Executive director . Institute For Cognitive Research (ICR)-
Dr.Yul Iskandar., PhD: adalah Director . Institute For Cognitive Research (ICR)-

$$$$$$$

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: