Soal Homeostatis

Soal Homeostatis

walaupun istilah homeostatis yang secara orisinil diciptakan oleh Cannon berasal dari pada konsep-konsep dibidang fisiologi . . . . seterusnya di. https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/02/09/soal-homeostatis/

Psikiatri Kusumanto-Yul Iskandar (60)
(Lanjutan Psikiatri Kusumanto-Yul Iskandar (59))

Berdasarkan daya kemampuan untuk adaptasi maka organisasi berusaha untuk mempertahankan suatu situasi stabil (stable state) atau suatu situasi equilibrium, yang bermaksud menjamin adanya konstansi tertentu yang bermanfaat bagi organisme itu. Oleh karena itu, maka juga soal homeostatis ini dapat diartikan secara organismik dan secara psikologi (psikodinamika) dalam arti kata yang seluas-luasnya.
Jadi, walaupun istilah homeostatis yang secara orisinil diciptakan oleh Cannon berasal dari pada konsep-konsep dibidang fisiologi, cara pikir ilmu kedokteran jiwa telah cepat menangkap makna simboliknya, juga untuk keadaaan-keadaan mental dan emosional. Malahan dapat dikatakan, bahwa sebetulnya paham homeostatis sekarang harus diartikan sebagai suatu paham umum dalam ilmu kedokteran modern dan dalam cara pikir ilmu kedokteran itu. Dalam istilah-istilah pedagogik kedokteran malahan boleh disebutkan, bahwa paham homeostatis itu telah membuka jalan yang bermanfaat bagi pengertian yang lebih modern mengenai keseimbangan-keseimbangan dinamika dalam problematik kepribadian, problematik kesehatan dan problematik penyakit-penyakit manusia. Sekarang dapat dilaporkan suatu kesan bahwa dalam penelitian-penelitian ilmu kedokteran, untuk sebagian tidak kecil titik beratnya telah bergeser dari pada research yang beroreantasi patologi seluler ke arah tendensi yang beroreantasi patofisologi.
(R. Kusumanto Setyonegoro).

Gangguan homeostatis dalam kedokteran jiwa sering menyebabkan gangguan yang dinamakan anxietas. Pasien Anxietas ditandai dengan berbagai kecemasan baik yang sifatnya fisik maupun emosional dan kognitif. Pasien anxietas cenderung terkendala dalam kehidupan social maupun dalam kariernya.
Walaupun pasien dengan anxietas atau depresi sering memfokuskan adanya keluhan fisik, sering menolak adanya gangguan mental emosional, tapi kita harus waspada akan adanya gejala yang mengarah pada adanya anxietas atau depresi.
Harus diingat tidak adanya keluhan subjektif mental stress atau psikososial stressor tidak berarti bahwa kemungkinan adanya anxietas atau depresi harus ditanggalkan. Gangguan ini dapat dan memang ada baik ada maupun tanpa gejala subjektif dari mental emosional. Dokter yang yang tidak mengenal karakteristik cluster simptom sering melakukan pemeriksaan yang lebih jauh dan pengobatan yang bertele-tele dari gangguan yang sebenarnya sangat sederhana. Pemeriksaan harus termasuk explorasi dari pengalaman hidup pasien pada saat ini dan personaliti, selain harus melihat riwayat penyakit atau perilaku sakit.
Personaliti adalah bentuk dimana individu akan bereaksi pada pola tertentu yang stabil dalam menghadapi kehidupan dan dunia. Personaliti tidak atau sulit berubah seperti warna mata,. Walaupun tiap individual adalah unik, beberapa trait tertentu dapat terjadi pada suatu cluster, misalnya seorang yang sangat conscientious, biasanya selalu ingin keteraturan, meticolous sangat senang untuk bekerja keras.
Personaliti pasien yang perlu diperhatikan oleh dokter adalah apabila personaliti itu mengganggu pengobatan, atau memperberat gejala penyakitnya. Waktu pasien menderita penyakit yang serius, pasien biasanya bereaksi dan bertingkah laku kekanak-kanakan tidak seperti biasanya, dan gambaran personalitinya akan lebih menonjol dan lebih kaku. Keadaan ini akan mempersulit untuk pengobatan. Beberapa pasien secara khronik mempunyai personaliti yang maladaptif yang terus berlangsung dalam keadaan sehat maupun sakit. Dalam terminologi psikiatri individu ini dikatakan mempunyai gangguan personaliti. Gangguan personaliti dapat dan sering ada bersamaan dengan penyakit anxietas ini. Dokter yang mengobati anxietas dengan adanya personali disorder sering hasilnya buruk, hasil pengobatan kurang baik hasilnya., pada banyak kasus gangguan personaliti merupakan masalah yang lebih serious dari penyakit anxietas sendiri.
1. Anxietas biasanya merupakan gambaran yang paling menonjol dari penderita gangguan personality.
2.Banyak pasien dengan anxietas juga mempunyai problema dalam personaliti sehingga menyulitkan dalam pengobatan.
Ada beberapa gangguan personality yang mempersulit pengobatan anxietas diantaranya: Personaliti Avoidant (selalu menghindar). Personaliti dependent (bergantung), Obsesive-compulsive, Pasive-agresive dan Borderline personality
Gejala cemas terdapat pada berbagai gangguan fisik dan mental, begitu pula terdapat pada situasi sosial dan interpersonal sehari-hari. Secara singkat ada 7 penyakit pada mana gejala cemas dan anxietas merupakan komponen primer.
1.Anxietas-Panic Disorder (PD) dengan atau tanpa Agorafobia.
2.Ganguan pnyesuaian dengan anxious mood.
3. Gangguan Obsesif-kompulsif (OCD).
4.Anxietas Generalized Anxiety Disorder (-GAD).
5.Social fobia.
6.Simple phobia.
7.Ganguan Anxietas- Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Dr. Yul Iskandar.,PhD

Dengan perkataan lain, pre okupasi patologi anatom semasa jaman megah dari pada Virchov rupa-ripanya sekarang mulai dicampuri dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih beroreantasi dinamika dan yang cenderung untuk menganggap relatif lesio-lesio struktural dibidang patologi selular tadi. Hal-hal yang demikian itu hanya dimungkinkan karena rangka pikir ilmu kedokteran mulai menganggap sah dan penting gangguan-gangguan equilibrium homeostatik, yang dengan sendirinya membuka jalan dan horizon ke arah suaatu perkembangan ilmu kedokteran jiwa yang lebih mudah diterima dalam kalangan ilmu kedokteran tersebut.
Ditinjau dari sudut alam kehidupan psikodinamika maka yang penting diambil maknanya ialah bahwa organisme selalu berkehendak untuk mempertahankan status quo, konstansi dan stabilitas dari pada lingkungan dalamnya (miliem interne menurut Claude Bernard, tetapi dalam arti kata organismik yang seluas-luasnya). Tentu, semua status quo, konstansi dan stabilitas itu tidaak lain harus diartikan sebagai keadaan-keadaan sifatnya dinamik dan yang senantiasa berada dalam keadaan proses perubahan yang terus menerus, sehingga selalu dengan demikian itu tercipta status quo, konstansi dan stabilitas yang baru.
(R. Kusumanto Setyonegoro).

Buku-buku Penerbit Yayasan Dharma Graha dan Harganya:
Karangan : Dr. Yul Iskandar
E-mail dryul96@rad.net.id
Per 1 Maret 2011
1.Tingkatkan IQ Anak Anda 2,5-5,5 tahun.-Rp 25.500
2.Tingkatkan IQ Anak Anda 3-6 tahun.: Rp 12.500,-
3.Tingkatkan IQ Anak Anda 6-9 tahun.: Rp 18..100,-
4.Tingkatkan IQ Anak Anda 9- 12 tahun Rp 15.000,-
5.Tingkatkan IQ Anak Anda 12-15 tahun.Rp 15.000.
6.Inteligensi Vol 1:Rp 11.500,-
7. Inteligensi Vol 2 : Rp 10.000,-
8. Inteligensi Vol 3,: Rp 10.000-
9.Inteligensi Vol 4,: Rp 10.000.-
10. Test Kemampuan Umum.Rp 15.600,-
11. Test Personality:Rp 19.300,-
12. Test Bakat, Minat,Sikap dan Personaliti : Rp 29.100,-
13 Test Inteligensi Gamma . Rp 28.400,-
14. Soal-soal Test Inteligensi. Rp 29.400,-
15. Biokimia Volume 1. Rp 20.000,-
16.Test Potensi Akademik. Rp 20.000,-
17. Managemen Diagnostik Psikiatri Vol 1 : Rp 20.000,-
18. Managemen Diagnostik Psikiatrik Vol II : Rp 20.000.-
19.Hypnoterapi ( oleh Dr. Hukom. SpKJ) : Rp 10.000.-
20. Tingkatkan IQ Anda ( tahun 2006) : Rp25.000,-
21. Mengatasi Anxietas ; Rp 10.000,-
22. Enchephalon ( Cara kerja Otak) : Rp 10.000,-
23. Tidur Pada pasien Depresi : Rp 35.000,-
24. Penuntun Ujian Masuk Universitas (soal-soal Kimia) : Rp20.000,-
25. Bagaimana Menjadi Pintar : Rp 48.700,-
26. Obat-obat yang dipakai Dibidang Kesehatan Jiwa : Rp 20.000,-
27.Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) : (Maret 2004) Rp 30.000,-
28. Drugs Abuse In Indonesia : Rp 20.000,-
29. Biokimia Bag I ( Tahun 1980) : Rp 20.000,-
30. Psikofarmakologi ( seri psikiatri Biologik Vol 1) : Rp 20.000,-
31. Mianserine dan Depresi (Seri Psikiatri Biologik Vol 2) :Rp 20.000.-
32. Diagnosa dan Terapi dari Insomnia (Seri Psikiatri Biologik Vol 3): Rp 20.000,-
33. Depresi Tersamar, (Seri Psikiatri Biologik Vol 4) Rp 20.000,-
34. Tidur .. . . . (Seri Psikiatri Biologik Vol 5). Rp 20.000,-
35.Depresi Tersamar pada Praktek umum (Seri Psikiatri Biologik Vol 6) Rp 20.000,-
36.Baur Anxietas- Depresi (Seri Psikiatri Biologik Vol 7) Rp 20.000,-
37.Depresi dan Anxietas (Seri Psikiatri Biologik Vol :Rp20.000,-
38. Gangguan Psikotik ( Psikiatri Biologik vol9, tahun 89) : Rp.20.000,-
39. Depresi dan Trazodon (Psikiatri Biologik Vol 10 tahun 1990) ; Rp 20.000.-
40. Diagnosis dan Pengobatan Gangguan Anxietas : Rp 30.000.-
41. Stress, Anxietas dan Penampilan : Rp 20.000,-
42. Anti Stress dan Anti GAD : Rp 15.000,-
43. Mengatasi Anxietas : Rp 15.000,-
44.Menjadi sehat, tetap sehat setelah Depresi : Rp 15.000.,-
45.Anti Stress Vol 1: Rp 15.000,-
46.Panic Disorder : Rp 15.000,-
47. Tingkatkan IQ Anak Anda 3- 9 tahun Rp 15.000,-
48. Anxietas, pendekatan klinik, biokimia dan farmakologi: Rp 15.000
49. Tidur pada pasien depresi (Disertasi DR Yul Iskandar) : Rp 45.000,-
50. Depresi, beberapa pandangan Teori dan Praktek : Rp 25.000,-
51.Test Potensi Akademik untuk CPNS. Rp 20.000,-
52.Test Potensi Akademik untuk Ujian S2-S3.. Rp 20.000,-
Catatan: Sebelum mengirim uang konfirmasi lebih dahulu (melalui e-mail ketersediaan buku yang dipesan)..
Pembayaran melalaui : Dr. Yul Iskandar. Bank Mandiri Cabang Gedung Pusat Kehutanan Jakarta. a/c 102-00-040-7813-2. Pesanan tambahkan ongkos kirim 20%, minimal Rp 10.000,- (pulau Jawa), Rp 25.000. (Luar Jawa).

Empat Dasa Warsa Pendekatan Eklektik-Holistik di bidang Kedokteran Jiwa (Psikiatri) (1966-2006), dan Terapi Gangguan Skizofrenia.

R. Kusumanto Setyonegoro.,MD.,SpKJ., PhD
Guru besar (emeritus) psikiatri FKUI, Jkt
mantan Direktur Kesehatan Jiwa, Depkes RI
dan
Yul Iskandar,MD., SpKJ., PhD
Direktur Institute for Cognitive Research.

Catatan.
Tulisan ini diambil dari Disertasi Kusumanto Setyonegoro (1966), dan pendapat Yul Iskandar terhadap tesis itu, naskah ini telah dipersiapkan selama lebih kurang 10 tahun, dan baru bisa selesai tahun 2006. Naskah ini sedianya akan diterbitkan menjadi buku atas persetujuan Prof. Kusumanto pada tahun 2006, dengan judul diatas. Abstrak tulisan ini pernah dibacakan dalam kongress Indonesian Society for Psychopharmacology, Biological Psychiatry and Sleep Medicines. Tulisan ini untuk sementara diterbitkan dalam bentuk seperti ini.
Tulisan ini bisa diperbanyak tanpa izin asal menyebut sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: