Octopamin story.

Octopamin story.
. . . . kita ke pantai Bondi mencari mollusca (sebangsa siput) sebanyaknya, antara 30-50 ekor, untuk penelitian Octopamin . . . .selanjutnya di blog
https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/01/27/octopamin-story/

Autobiogrphy Dr. Yul Iskandar (9)

Catatan
Autobiography dalam tulisan ini semua nama termasuk nama seluruh keluarga saya, karakter, tempat, institusi, situasi bukanlah berada di Indonesia , tetapi disuatu tempat di. . . . Republik Tidur.

Dibulan January tahun 1977, cuaca kota Sydney cerah tanpa awan. Suhu siang hari minimal 35 derajat Celcius, dan kadang –kadang bisa mencapai 41 derajat. Sydney Australia dibulan January musim panas, sedang di Eropah sedang musim dingin.
Saya, Prof.DD dan lima orang staf dari Department Clinical Pharmacology (DCP) dari UNSW sedang asik di pantai Bondi (mereka menyebut pantai Bondai) yang indah. Di bulan itu pantai itu penuh dengan orang yang memakai pakaian renang atau bikini, sebab orang tak tahan dengan panasnya di kota Sydney saat itu, jadi mereka mencari tempat di pantai . Tapi kita kesana bukan untuk bersantai tetapi bekerja mencari mollusca (sebangsa siput) dipantai itu untuk penelitian di DCP yang berada di St. Vincent Hospital, Sydney.
Pada hari Jumat kita ke pantai mencari mollusca, lebih spesifik adalah class amphineura, dan subclass polyplacophora yang lebih dikenal dengan nama the chitons, sebanyaknya, antara 30-50 ekor, untuk penelitian Octopamin.
Phyllum Mollusca ini adalah binatang yang telah bertahan lebih dari 600 juta tahun. Dia bertahan dalam keadaan musim panas yang panjang, atau musim dingin yang panjang, dan berbagai perubahan cuaca dibumi. Dia telah ada sebelum manusia ada. Dan mungkin dia masih exist setelah manusia punah dari muka bumi nanti sejuta tahun lagi.
Mullusca itu dibawa ke lab. Dan disana ada semacam aquarium dengan suhu dan keasaman, serta garam yang sama dengan pantai laut di Bondi. Tujuan utama memakai mullusca adalah mengambil jantungnya.
Ada perbedaan besar jantung mullusca dan jantung manusia, Jantung manusia punya 4 kamar, sedangkan Mollusca hanya punya dua kamar, yaitu ventrikel yang ototnya lebih besar dan atrium yang ototnya lebih halus.
Lebih penting lagi jantung manusia bereaksi dengan Epineprin (E) dan norepineprin (NE) dan sedikit dengan dopamine (D). Jantung Mollusca ini lebih bereaksi dengan octopamin dari pada dopamine dan NE dan E. Seperti kita ketahui Tyrosine suatu asam amino yang mengandung gugusan phenol (benzene dengan satu gugus hydroxyl), pada hewan tingkat tinggi akan dirubah menjadi catechol (benzene dengan dua gugus hydroxyl) yang berupa DOPA kemudian menjadi Dopamine dan seperti telah disebutkan diatas akan menjadi NE dan E.
Pada hewan dari golongan rendah bentuk phenol itu tidak dirubah, tetap phenol, tetapi menjadi tyramin (Ty) dan octopamin (Oc) akhirnya menjadi syneprine (Sy).
Seperti telah dikemukakan diawal tulisan, saya telah menjadi Dosen dan Kepala Bagian Biokima FKG Trisakti sejak tahun 1968. Prof. Asri Rasad dan Prof. Kusumanto tahu saya bekerja dibagian Biokimia, dan malahan Prof Asri banyak memberikan pada saya literature mengenai Biokimia, terutama tentang Biokimia Catechol amine. Saya dulunya waktu mahasiswa pernah menjadi asisten Mahasiswa bagian Biokimia dimana Prof. Asri Rasad adalah kepala bagiannya dari FK universitas swasta ( Universitas Ibnu Chaldun, lalu hijarah menjadi FK Yarsi.)
Bagaimana saya ‘terdampar’ di pantai Bondi, merupakan suatu kisah tersendiri.
Beberapa tahun sebelum ke Sydney, kami (Saya dan Prof Kusumanto) diminta memberikan Guest-lecture mengenai peranan biogenic amine pada penderita mental, dalam suatu annual meting dari CEP ( Clinical dan Experimental Pharmacology) di Singapura. Kebetulan saya pernah melakukan penelitian penyuntikan adrenalin pada sukarelawan normal (para dokter dan perawat psikiatri) dibandingkan dengan pasien schizophrenia yang dilakukan di bagian psikiatri RSTM. Terlibat dalam penelitian adalah Dr. Munthe dari padang, Dr Amir Husen Anwar (yang nantinya ke Aceh) Dr. Polen Reo (dari Manado) dan beberapa dokter serta perawat. Hasil penelitian ini sebenarnya mengecewakan karena tak ada perbedaan antara Orang normal dan Pasien psikiatri.
Berdasarkan teori saya, pada pasien schizophrenia harusnya tak ada kenaikan tekanan darah, karena system yang berperanan di syaraf bukan system Catecol -amine (Dopamin-NE dan E) tetapi system phenol-amine yaitu tyramin dan khususnya octopamin. Pada saat itu suatu penelitian ilmiah tidak perlu repot-repot, ada ide diteliti saja, dan biayanya dari kantong sendiri, tanpa harus ada proposal, sponsor, peer group review, izin dari instansi, dll.
Ternyata hasil yang mengecewakan itu setelah obatnya diperiksa (obat dibeli di apotek) bukan diberi oleh pabrik obat, kadarnya (diperiksa di lab.Australia) bisa +50% atau – 50%, jadi sebenarnya hasil negative, bisa karena teknik yang salah, dosis yang salah, waktu yang salah , obat yang salah, atau penyebabnya semua salah.
Sebenarnya Lecture peranan Biogenik amine pada penderita schizophrenia seharusnya akan dipresentasikan oleh Prof Kusumanto, walaupun tulisan kita buat berdua. Ternyata Prof. Kusumanto mendapat undangan untuk ke Amerika Latin kalau tidak salah akan membuat organisasi Psikiatri Biologik dunia (WFBP). Akibatnya yang harus berbicara di ASCEP Singapura tentunya saya.
Inilah pertama kali saya berbicara (sebagai guest lecture) di pertemuan Internasional. Saya seperti anak itik didorong ke air untuk bisa berenang , atau anak burung didorong dari sarangnya supaya bisa terbang oleh Prof. Kusumanto.
Guest Lecture saya adalah bidang Psychopharmacology, dan yang hadir hanya 15 orang dari 300 peserta, jadi hanya 5% saya yang mendengarkan saya. Ada baiknya juga, jadi tidak terlalu banyak orang yang mendengar. Para pharmacolog tidak minat pada psikopharmacology, mereka lebih banyak hadir dalam bidang obat-obat analgetik- anti Rhematic, Obat-obat gastrointestinal, dan obat Cardio-vasculer serta obat-obat anti biotic. Psikiater barang kali yang hadir hanya saya, para peserta pertemuan tak ada yang mengenalkan diri sebagai psikiater, karena pertemuan ini adalah pertemuan para pharmacolog. Saya (psikiater) seperti alien ditengah-tengah para ahli pharmacologi.
Inti dari guest lecture kami (Prof. Kusumanto dan Dr. Yul Iskandar) mengemukakan bahwa bila secara psikoanalis penderita schizophrenia adanya regresi kephase lebih rendah (ke phase oral). Terjemahan biokimia adalah bahwa pengaruh biokimiawi otak, juga seharusnya regresi seperti pada fase binatang purba. Bila Mamalia biokimia otak sangat dipengaruhi oleh system catechol (Dopamine, Norepineprin dan epineprin) binatang purba seperti mollusca system cardio-vasculer dan system syarafnya dipengaruhi oleh system phenol, seperti Tyramine atau octopamine.
Teori yang kita kemukakan adalah menarik, karena pada saat itu orang berlomba-lomba untuk membuktikan bahwa penyebab schizophrenia adalah bertambahnya dopamine di otak, dan yang lebih penting lagi obat anti schizophrenia pada umumnya anti dopamine, seperti CPZ, haloperidol, Fluphenazine, dll.
Dari 15 orang yang mendengarkan guest lecture saya, ada 5 pharmacolog dari Australia, yaitu Prof.DW., Prof.DD., Prof.DB., Prof.J.B., Dr. MK. Satu Dr. H.C. dari Hongkong yang rupanya dari RFEP., satu Prof.C. dari Malaysia. Dan beberapa dokter dari Australia, Singapura, Malaysia, Korea dsb. Setelah Guest lecture saya didekati oleh Prof.DW ( masih muda umurnya paling 35-37 tahun), dan Dr.H.C. (dari HongKong). Dia mengajak untuk dinner bersama dengan staf dari Australia. Dan Dr.HC dari Hong-Kong.
Pada waktu dinner itu Dr.H.C mengemukakan bahwa mereka bekerja sama dengan bagian DCP di Australia, dan mereka juga sedang mengejar untuk mencari tahu gangguan biokimia apa di otak yang menyebabkan Schizoprenia. Para ahli di Eropah seperti Paul Jansen, dengan gencar mempublikasi bahwa Dopamine lah penyebab schizophrenia, dan obat Haloperidol yang praktis sangat spesifik memblokade dopamine. Teori saya (dan Prof Kusumanto) bahwa bukan gangguan Cathecol-amine tetapi gangguan phenol-amine akan membuat implikasi baru dan tentunya akan muncul obat-obat baru blockade octopamine, sebagai obat anti schizophrenia, yang tentunya lebih aman, sebab pada manusia normal Octopamine praktis tidak berfungsi apa-apa. Anti dopamine, akan berpengaruh pada system kardiovaskuler (walaupun tidak sekuat NE dan E), pada system striatal di otak, dan system gastro-intestinal (yang bisa menyebabkan paralisis otot-otot di Usus), serta berpengaruh pada otot-otot baik secara sentral maupun perifer..
Mereka meminta saya untuk bekerja di DCP, dan akan dibiayai RFEP untuk mengejar octopamin, dan membuktikan bahwa dopamine bukan bagian yang terpenting dalam proses schizophrenia. Mereka secara berkelakar berkata bahwa tim ini nantinya mungkin akan mendapat hadiah Nobel, sebab Axelrod dan Von Euler baru saja mendapat hadiah Nobel pada tahun 1970, berkat penelitiannya pada Catechol-amine serta peranan Catechol –amine pada SSP. Bila ternyata bukan catechol-amine tetapi phenol amine maka ini merupakan terobosan besar dalam dunia kedokteran khususnya dibidang psikiatri
Saya setuju saja, tetapi saya ingin bahwa kepergian saya adalah legal tidak melarikan diri disetujui oleh menteri saya (menteri Kesehatan), dan disetujui oleh Prof. K. sehingga meminta Prof.DW menulis surat pada menteri kesehatan untuk membolehkan saya melakukan penelitian di Australia. Sedangkan Dr. H.C menghubungi Prof.K untuk meminta saya ke Australia. Demi Etiket dan tidak merasa dilangkahi surat ke Menteri tidak menyebut nama tapi kemukakan saja yang diperlukan adalah seorang psikiater dengan kemampuan mengoperasikan pemakaian alat – alat di lab. Seperti TLC (Thin Layer Chromatography), GC-MS (Gas chromatography – Mass Spectrometry). Dengan syarat itu haya saya bisa lolos qualifikasi. Begitu juga dengan Prof.K, yang ditugaskan pada Dr.H.C minta saja psikiater yang mampu menulis rumus bangun catechol, phenol, haloperidol dan chlorpromazine. Prof. K akan tahu siapa yang dimaksud.
(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: