Kasus Drg. Isti.

Kasus Drg. Isti.

Kasus ini adalah benar-benar terjadi yang diceritakan pasien. Nama dan tempat serta situasi diubah untuk mengaburkan identitas, tanpa merubah substansi. Pasien berobat ke psikiater Dr.Yul Iskandar.
Synopsis : Drg. Isti adalah dokter gigi yang sudah praktek 10 tahun, terlibat dalam suatu perselingkuhan dengan pasiennya. Pasiennya kemudian tertangkap tangan karena menyuap aparat Negara. Drg Isti ketakutan terlibat dalam masalah itu, yang menimbulkan anxietas, depresi, dan insomnia. . . . Seterusnya baca
dii blog https://dryuliskandar.wordpress.com/2011/01/05/kasus-drg-isti/ .

Kasus Drg. Isti.

Drg. Isti praktek disuatu jalan yang cukup ramai. Dia sudah 10 tahun jadi dokter. Antara tempat praktek dan rumahnya lamanya perjalanan 1 jam. Biasanya dia paktek pukul 4 dan pulang pukul enam atau paling lambat pukul tujuh.

Suatu waktu Isti datang ketempat praktek saya (psikiater), hari Sabtu, dia tak praktek hari itu, tapi saya praktek sesuai dengan perjanjian, artinya kalau saya punya waktu saya praktek tergantung waktu pasien dan waktu saya.

Kedatangannya ketempat saya praktek adalah untuk konsultasi, dengan permasalahan yang dia hadapi.

Suatu hari dia kedatangan pasangan pasien muda, yang wanita kira-kira berumur 25 tahun, dan yang laki-laki kurang lebih sama, mungkin lebih tua 1-2 tahun. Pasien wanita ingin meratakan giginya, dan menurutnya juga giginya bagian bawah agak kedepan, dan supaya diusahakan mejadi sebaik mungkin. Yang laki-laki juga ingin meratakan giginya juga, dan mereka minta menaksir berapa harganya untuk mereka berdua. Isti menghitung biaya lab dsb, untuk keduanya disepakati sekian juta. Si Wanita sebut saja Mirah, setuju dan mengatakan mereka mungkin datang sendiri-sendiri, karena mereka sama-sama kerja dan Mirah waktu yang luang hari Selasa siang, sedangkan suaminya waktu luangnya Kamis Sore.

Begitulah kesepakan terjadi, dan pada hari Selasa, Mirah sudah datang ketempat praktek Isti, sedang pembantu Isti, Nurul saja belum datang. Isti mulai memeriksa giginya, dan mengatakan bahwa ada 5 gigi yang berlubang, yang harus ditambal, serta harus dibuat cetakan gigi dsb, dan menurut Isti paling cepat 6 bulan, baru ada terlihat perubahan yang baik.

Hari Kamis, pukul 6 sore, Dino (suami Mirah) belum datang juga, pukul 6.30 Nurul minta izin bahwa dia akan les bahasa Inggris. Nurul tiap hari Kamis Les bahasa Inggris, tempat lesnya beberapa rumah dari tempat praktek Drg.Isti. Akhirnya pukul 7 Dino Baru datang, dia minta maaf ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dino disuruh naik ke Unit praktek dokter gigi, dan Dino menanyakan mana pembantunya Nurul. Isti mengatakan Nurul tiap hari Kamis, pulang lebih dahulu karena dia les Inggris.

Isti memeriksa mulut Dino, Dino berbaringnya agak kekanan, sehingga ketika diperiksa oleh Isti tangan Dino menyentuh paha Isti. Tadinya Isti ingin mengelak, dan menyuruh Dino berbaring ketengah, tapi tidak jadi, karena Isti takut kalau Dino tak jadi membuat gigi akan kehilangan beberapa juta, takut kalau dibilang Isti terlalu cerewet, dan cetakan serta uang muka belum dibayar. Selain itu tangan itu walaupun bukan telapak tangan yang mengenai paha Isti, membuat Isti gemetar juga, sebab tangan itu tidak diam, tapi bermain dipaha Isti. Isti pura-pura professional, sambil membetulkan letak kacamatanya. Dia melihat hanya ada 2 lubang gigi, yang langsung dia rawat.

Dia ingat 10 tahun yang lalu Isti ketika memeriksa pasien, dia sengaja mendekatkan tubuhnya ke pemuda yang tampan yang kini jadi suaminya. Selama pacaran bila bersentuhan saja dengan pacarnya Isti berdebar, dan merasakan sesuatu, getaran listrik, sensasi luar biasa. Setelah 1-2 tahun menikah, apalagi setelah punya putra sensasi itu tidak pernah datang lagi. Kini si anak muda Dino melakukan sesuatu yang dia tidak harapkan, tapi nyatanya dia merasakan kembali getaran listrik itu, serta sensasi itu. Tentu Isti tak bisa bicara apa-apa, setelah menambal gigi Dino, dan membuat cetakan giginya, Dino mengeluarkan dompetnya dan menulis Cek, untuk perawatan gigi sampai lunas. Setelah itu dengan tersenyum dan mengedipkan mata, Dino berkata bahwa dia baru bisa datang pukul 7 minggu depan, dan tentu saja Isti tak bisa menolak, toh uang sudah dibayar lunas.

Kamis berikutnya, seperti biasa Isti pukul 6.30 sudah tak ada pasien, dan Nurul sudah pulang. Hari mulai gelap dan hujan mulai turun. Dino seperti biasa datang terlambat, kira kira pukul 7.15. Hujan bertambah lebat. Saya suruh Dino naik ke unit tempat periksa gigi, dan lubang lubang yang ditambal ternyata dalam keadaan baik. Cetakan mulut cukup baik. Mustinya semua selesai, tapi Isti mencoba memperpanjang waktu, dan ternyata si tangan nakal Dino, telah berani mengusap-ngusap paha saya. Tapi saya biarkan saja anggap saja bonus servis dokter gigi. Ketika itu saya menyuruh Dino duduk untuk melihat giginya dengan gelas kaca pembesar. Dino duduk sambil memandangi saya. Saya membuka kaca mata, dan melihat melalui kaca pembesar, tapi sesuatu hal terjadi, Dino tiba-tiba dia mencium bibir saya. Seolah kaget setengah mati, serta sensasi yang melayang, saya bagaikan seorang gadis yang baru pertama kali dicium oleh pria. Saya tidak tahu harus bagaimana. Saya adalah wanita sudah menikah dan bersuami serta punya anak. Kembali dia melayangkan kecupan dibarengi dengan sedikit lumatan pada bibir saya. Saya tetap tidak berkutik. Setelah kami saling tatap untuk beberapa saat. Akhirnya. . . . . setelah pikiran normal hilang, serta muncul pikiran sensasional, saya pun membalas lumatan bibirnya.

Tiba-tiba kami mengehentikan akivitas kami karena handphone saya berbunyi, ternyata ada telepon dari dari rumah, mungkin suami saya kataku. ” Kamu ambil dulu deh, “, kata Dino sambil tersenyum. “Oke”, jawabku tersenyum pula.
Lalu saya mengangkat telpon dan memang benar dari suami. Dia menanyakan mengapa saya belum pulang, apakah ada masalah. Saya jawab tak ada. Begitu tau dari suami Isti, Dino langsung mendekati Isti, maksudnya untuk mendengarkan pembicaraan saya. Saya kemukakan bahwa didaerah tempat praktek sedang hujan sangat lebat, biasanya air tergenang, jadi percuma pulang, tunggu hujan reda, dan air agak surut, toh Nurul menemaniku, kata saya berbohong. Tapi Dino tiba-tiba memeluk Isti dari belakang sambil menjilati leher Isti . Isti sempat berbalik dan memelototi Dino, dan tangannya memberikan isyarat untuk menghentikan tindakannya, tapi Dino malah tidak perduli. Dino mendekati dia dan merangkul sambil memeluk leher Isti. Tangannya pun ikut nakal mengerayang dan menyusup ke dalam baju dokternya, dan lebih dalam lagi menyusup ke dalam bahagian tubuh Isti yang sensitif.

Sementara itu Isti sudah tidak bisa mencegah tingkah Dino, diapun mulai menikmatinya dan malahan Isti membiarkan baju dokter nya dibuka. Semua itu dilakukan Isti sambil ia berbicara dengan suaminya di telpon.
Sebenarnya Isti sudah tidak tahan, dengan tingkah Dino, Isti ingin melepas semuanya tapi karena ia masih nelpon maka ia terpaksa menahan semua gejolak tersebut. Dino tahu bahwa saat ini Isti sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak berteriak ataupun mendesah karena rangsangan Dino; yang bisa Isti lakukan adalah menggeliat-geliat tidak keruan.

Ketika kemudian telpon sudah selesai, Isti langsung mengeluarkan gejolak yang tertahan dari tadi, “Aahkk.. kamu Dino , nakal sekali ..”, teriak Isti.
“Gila kamu Dino, itu tadi kan suamiku yang tercinta, kalau aku mendesah dan berteriak tadi gimana coba?”, kataku dengan memarahi tapi dengan nada menggoda.
Dino cuma tersenyum saja, “Tapi kamu suka kan Isti?” Percumbuan kami semakin hangat. Dia pun mulai berani menggerayangi bagian-bagian tubuh saya walaupun kami masih memakai baju. Seperti orang berpacaran, tanpa buka baju akhirnya kami sampai kepuncak bersamaan dalam waktu yang juga relative tidak terlalu lama.

Hujan telah berhenti, mereka merapikan pakaiannya, dan Dino sengaja berbasah-basah supaya celanya yang basah disangka kena hujan. Sebelum pulang dia berkata sampai minggu depan.
Kamis ini adalah minggu ke tiga pemeriksaan Dino. Hasil lab cukup memuaskan, sehingga tak perlu revisi lagi. Sebenarnya lima menit masalah sudah bisa selesai, tapi Isti malahan menelepon rumah bahwa dia akan pulang agak lambat, karena masih ada beberapa pasien. Setelah itu dia mendekati Dino, dan menanyakan istri Dino. Isti menanyakan apakah dia merasa bersalah pada istrinya, jawab Dino tidak. Bukan dia tak setia lagi pada istrinya, jawab Dino, segalanya , masih berjalan lancar, malahan istrinya tahu bahwa dia diruang praktek Dokter Gigi. Apakah istrinya curiga, Dino menjawab tidak. Isti menanyakan apakah Dino punya wanita lain, Dino hanya tertawa, dan tidak akan mau menjawabnya. Kalau istrinya bertanya apakah Dino akan berterus terang tentang hubungan mereka. Dino mengatakan istrinya tidak akan menanyakan apapun, kecuali dia tertangkap basah. Sambil bicara itu Dino masih terbaring di unit tempat praktek dokter gigi, akan tetapi tangannya telah membuka baju dokter saya, dan malahan kancing baju dalam saya juga terbuka, dan saya pada hari itu tidak pakai BH. Saya menanyakan apakah Dino sudah punya putra, dia bilang belum, nanti 2-3 tahun lagi kalau sudah mapan. Tangan Dino terus mengerayangi tubuh saya, dan saya juga tak mau kalah membuka satu persatu pakaian dan celana panjang Dino.
Dino menanyakan apakah saya pernah berselingkuh, saya jawab, selama praktek 10 tahun ini, kehidupan kami cukup baik dan menyenangkan, sampai saat inipun masih menyenangkan, sambil saya mencium bibir Dino yang masih terbaring ditempat praktek, dan Isti berdiri disebelah kanannya. Percakapan menjadi berkurang karena kini lebih banyak action dan tindakan, yang jauh lebih berani dari minggu yang lalu. Isti mulai mengikuti nalurinya, dan melakukan apa saja yang bisa memuaskan Dino, akhirnya Istri sudah terduduk di perut Dino, dan makin lama makin turun, untunglah unit tempat praktek itu kuat untuk menahan mereka berdua. Akhirnya keduanya menyelesaikan pekerjaannya pukul 9 malam, dengan kepuasan yang setingi-tingginya. Isti membisikkan minggu depan untuk datang lebih cepat, pukul 5, karena Nurul akan ujian, dan tak akan masuk minggu depan.
Selama adanya affair antara Isti dan Dino, dirumah Isti semuanya berjalan seperti biasa. Isti melayani suaminya seperti biasa 2 kali seminggu. Biasanya dilakukan pagi hari, karena malam hari mereka berdua telah lelah, dengan posisi yang selalu sama, dan sedikit variasi. Mereka jarang melakukan bersebadanan diluar tempat tidur mereka. Anak Isti tetap diberi pelajaran oleh Isti, karena dia sayang sekali akan anaknya. Dan malamnya di ceritakan cerita-cerita klasik untuk anak oleh ayahnya, atau kalau ayahnya belum pulang oleh Isti. Tak ada yang berubah, dan benar kata Dino, semua akan berjalan lancar saja. Tak ada telepon atau SMS baik dari Isti maupun Dino, mereka berjanji tak akan melakukan komunikasi apapun diluar ruang praktek itu. Isti juga heran hubungan seperti apa dari mereka, apakah dia mencintai Dino, pasti tidak. Tidak ada rasa kangen, walaupun dia berharap hari Kamis cepat datangnya, dan tak ada apa-apa yang terjadi. Tak ada yang ditakutkan bahwa mereka tertangkap basah, karena ruang praktek selalu dikunci, dan dari luar tidak bisa tahu apa yang terjadi didalam.

Kamis berikutnya Dino memang datang pukul 5, tapi masih ada dua pasien lagi. Isti memperkenalkan Dino kepada pasien lain sebagai perawat baru. Isti minta Tang, diberi kan oleh Dino Sonde, tentu saja Dino tidak tahu nama-nama perkakas dokter gigi. Akhirnya pukul 5.30 semua pasien selesai dikerjakan Isti, karena semuanya dikerjakan serba kilat, misalya tambalan, hanya dibuat tambalan sementara, dan pasien disuruh datang 4-5 hari lagi. Ada yang minta membersihkan karang, dikerjakan Cuma ¼ regio, itupun bagian bawahnya saja, dengan pasien disuruh datang lagi untuk diteruskan pembersihan karang itu.

Setelah selesai memeriksa pasien, Isti lalu menulis dalam status pasien, sedang Dino duduk didepannya. Pemeriksaan untuk gigi Dino cukup sebulan sekali, karena tak ada kelainan yang mencolok. Isti menanyakan lagi mengenai istri Dino, dimana dia bertemu dan berapa lama mereka berpacaran. Setelah memasukkan kedalam status pasien Isti duduk dekat Dino, dia menyandarkan bahunya dan bertanya mengapa dia melakukan ini semua. Dino hanya menjawab dia ingin memuaskan semua orang. Mengapa Isti yang dia pilih jawabannya hanya insting saja. Ternyata Insting Dino Benar, tiap kali mereka bersinggungan ada getaran listrik. Waktu itu pukul 6 sore, biasanya pasien sudah tidak ada, dan tempat praktek sudah dikunci dan ditulis didepannya Tutup.

Tapi Dino dan Isti masih berhadapan, Isti membuka kancing baju Dino, sedang Dino membuka pakaian Isti. Hal yang seperti ini tidak pernah dikerjakan oleh Isti dan suaminya. Paling-paling mereka membuka sendiri pyamanya. Apa yang dilakukan menjadi sesuatu yang romantis, duduk berhadapan dikursi dan kini mereka telah seperti Adam dan Hawa. Udara AC yang sejuk, dan baru kali inilah mereka saling mengexplorasi daerah-daerah yang terlarang bagi bukan suami istri. Rayuan setan kadang-kadang sangat menyenangkan, yang membuat mereka terlena. Tak ada rasa salah tak ada rasa dosa, tak ada rasa takut, tapi suatu getaran listrik tekanan tinggi, serta nyanyian burung yang pulang kesarangnya. Suara mereka tentunya mendesah dan berteriak, tapi mereka yakin tak akan kedengaran keluar, karena ada suara AC, ada suara suction, dan macam suara lagi didalam kamar itu. Mereka lakukan sambil duduk, sambil berdiri dan dalam berbagai cara yang akhirnya sampai ketitik akhir yang sangat memuaskan bagi kedua belah pihak. Waktu itu sudah pukul 8 malam, dan seperti biasa Dino keluar duluan sambil membisikkan sampai Kamis minggu depan.

Inilah yang terjadi setiap hari Kamis, dan tiap hari Kamis Nurul tidak datang, karena dia les, dan tingkatannya telah meningkat. Nurul Les Inggris pukul 5 sampai pukul 9 malam. Nurul menawarkan perawat pengganti tiap kamis, tapi oleh Isti mengatakan tidak perlu. Toch pasien tak cukup banyak sehingga bisa ditanggulangi sendiri oleh Isti. Kini Dino datang kadang-kadang lebih siang, pukul 5, dia membantu bila masih ada pasien. Pernah pasien cukup banyak sehingga mereka kewalahan juga, baru pukul 7 pasien habis. Kini Dino sudah mulai pintar dalam membantu, nama-nama alat kedokteran gigi telah diketahuinya. Karena mereka sudah cape dan berkeringat, Isti berkata dia akan mandi dulu, dan kebetulan di tempat praktek itu, ada kamar kecil dan shower, jadi mereka bisa mandi. Ketika Isti sedang asik di shower, Dino masuk ke kamar mandi, dan ikut menerima siraman dari shower. Tentu berbagai pergumulan terjadi di kamar mandi, antara Isti dan Dino. Suasana yang tenang, dengan air agak hangat serta sabun yang wangi, membuat persebadanan mereka lebih asyik dan romantis. Biasanya Isti dan Dino melakukan persebadanan dengan cara kasar dan yang aneh-aneh yang tak akan pernah dilakukan oleh Isti pada suaminya. Suatu hal yang Isti tahu adalah bahwa Dino untuk permainan pertama biasanya tak lama, paling lama 5-7 menit, akan tetapi tanpa istirahat dia masih bisa untuk melakukan yang kedua dan malahan yang ketiga. Untuk yang kedua biasanya lebih panjang dan lebih lama, sedangkan yang ketiga biasanya dilakukan dengan waktu yang sangat lama. Pernah mereka pukul 10 malam (dari pukul 6) melakukan hal itu, akan tetapi pada umumnya mereka melakukan 2 kali saja, dan pukul 7 atau pukul 8 mereka sudah bisa pulang. Dengan suami Isti, permainan pertama bisa agak lama 10-15 menit, tapi untuk yang kedua perlu waktu 10 jam, sebab kurang dari itu, dirangsang cara apapun tak akan mempan. Mungkin Usia Dino yang masih muda, sedangkan usia suaminya yang 20 tahun lebih tua dari Dino. Isti bisa mengimbangi Dino, berapa kali pun dia sanggup, dan baru dengan Dino dia mengenal bagaimana rasa multiple organism, yang membuat Isti ketagihan, hanya Dino mengatakan bahwa sebaiknya mereka pulang sesuai jam pulang supaya jangan ada kecurigaan dari pihak keluarga.

Hubungan mereka hanya terjadi di kamar praktek, dan mereka tidak pernah terjadi diluar, dan ini berjalan selama perawatan gigi Dino yang hampir memakan waktu 4 bulan.

“Terus terang Dino aku kaget dan agak bingung, dan ada beberapa pertanyaan di benakku, kenapa aku yang kamu pilih untuk berselingkuh?”, tanyaku.
“Ada beberapa alasan”, jawab Dino. “Pertama, aku sudah cukup mengenal kamu, yang artinya kamu aku nilai tidak akan sembarangan membocorkan rahasia ini kepada orang lain, atau menuntut macam-macam, misalnya meningkatkan hubungan dari hubungan badan menjadi hubungan emosional – mental . Kedua hubungan ini lebih aman, pertama Isti adalah dokter (walaupun dokter gigi), jadi pasien berbeda jenis di satu kamar di tempat praktek suatu hal yang biasa. Kalau dia berselingkuh dengan yang dikenal, misalnya teman sekantor atau teman sekomplex maka akan mudah diketahui orang. Sebab lainnya pergaulan mereka jelas berbeda, jadi kemungkinan bertemu di pesta atau pertemuan sosial lainnya kemungkinan sangat kecil, sebab kalau tidak maka akan terjadi kekakuan dalam pertemuan diluar. Lainnya saya tahu kata Dino bahwa Drg Isti telah disteril setelah punya anak karena kandungan yang ada kelainan, sehingga hamil lagi suatu resiko besar. Dan yang terpenting kamu cantik dan seksi. (Isti berdebar hatinya mendengar bahwa ada orang yang mengatakan bahwa dia cantik atau seksi dalam umurnya yang ke 37 tahun. Setahunya sudah 5 tahun dia tak pernah mendengar kata itu, baik dari orang lain atau dari suaminya). Walaupun kita kenal belum lama, tapi kita kan tidak sering berhubungan. Aku pikir keadaan itu dapat mengurangi resiko timbulnya berbagai masalah yang lebih besar kemungkinannya timbul kalau aku selingkuh dengan orang yang yang bergaul sehari-hari dengan kami”,
‘Rupanya kamu telah mempelajari aku dengan lama’ kata Isti, tetapi Dino diam saja
“Kalau begitu, ada kemungkinan dong hubungan kita menjadi renggang?”, tanyaku lebih jauh.
“Itu kan tergantung keadaan, siap yang tahu masa depan, jadi jangan dipikirkan sesuatu yang belum terjadi “, kata Dino .
“Tapi kan aku harus tetap memperhitungkannya”, “Pertimbangan lainnya”, Tanya Isti lagi.
“Terus terang , biar bagaimana juga kan aku harus pilih-pilih. Aku tidak mau dong orang sembarangan yang aku selingkuh, virus HIV, penyakit kelamin ada dimana-mana. Tampang dan kondisi sosial-ekonomi, setidaknya selevel denganku”, kata Dino .

Ternyata setelah pertemuan terakhir itu lebih dari sebulan Dino tak pernah datang lagi untuk control, walaupun Isti dengan setia setiap hari kamis menunggu Dino, sampai pukul 8, tapi orangnya tak muncul-muncul. Pernah dia berpikir untuk menghubungi dengan telepon tapi dia telah berjanji untuk tidak saling menelepon atau berkomunikasi. Istri Dino kontrolnya tiap 2 bulan, jadi dia tak bisa pula dihubungi, dan rasanya tidak pantas kalau dia menanyakan Dino yang control seminggu sekali, sedangkan Mirah control dua bulansekali.

Sampai suatu Kamis, dia mendengar dari warta berita TV, bahwa seorang pengusaha muda berinisial D, tertangkap basah ketika menyuap pejabat, dan kini dia ada dalam tahanan.

Sejak itu Isti ketakutan, ketakutan akan keterlibatan dirinya dengan D. Kalau ada motor disiang hari berhenti dirumahnya, dia cemas, jangan – jangan itu adalah pesuruh dan dia dipanggil jaksa. Dia tidak takut, tapi pastilah sesuatu yang memalukan semua keluarga kalau tahu bahwa dia ada hubungan dengan D itu.

Akhirnya dia tak bisa tidur, dan makannya pun susah, hidup penuh dengan ketakutan, dan bila suaminya menanyakan sesuatu, dia selalu mengatakan bahwa dia menderita depresi berat. Hubungan suami istri dengan suaminya-pun tak bisa dilakukan. Dia penuh ketakutan. Malahan dia kurang perhatian pada anaknya, yang biasanya disayanginya.

Akhirnya oleh suaminya dia dibawa kepada kami, dan itulah ceritanya sampai dia datang kepada kami.
Yang kami berikan adalah anti depresan dengan tambahan anxiolityk, untuk 2 minggu, dan setelah dia menceritakan semuanya, mulailah dilakukan psikoterapi CBT (Cognitive Behaviour Therapie).
Pikiran negative bahwa dia terlibat dalam kasus D, harus dibuang karena dia tak ada hubungan dengan soal suap. Bahwa dia pernah berbuat negative, harus diakui sebagai kekhilafan sebagai manusia. Dia juga tak perlu menceritakan rahasianya ke suaminya atau orang lain. Cukup psikiater yang tahu, dan rahasia akan di pegang teguh.

Dalam waktu 3 bulan Drg. Isti telah ceria kembali, tanpa harus membongkarnya dia mulai bisa melihat bahwa sisi gelap dia yang mungkin bisa terjadi lagi. Untuk itu depresinya mengingatkan bahwa jangan terlapau larut dalam hal-hal negatif, siapa menanam angin, dia akan menuai badai. Kini dia praktek seperti biasa dan kehidupan berjalan seperti biasa lagi. Dia bertemu dengan istri Dino, Mirah, ternyata mereka sudah lama berpisah, sehingga dia tak tahu kalau Dino ditahan karena kasus penyuapan..

0000000000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: