Psychopharmacology

Psychopharmacology
Psychopharmacology merupakan disiplin baru dalam bidang kedokteran. Walaupun gangguan psikiatri telah dikenal sejak 2500 tahun yang oleh bapak kedokteran selanjutnya. . .
https://dryuliskandar.wordpress.com/2010/06/23/psychopharmacology/

Yul Iskandar,M.D.Sp.KJ.,Ph.D
Director Institute for Cognitive Research (ICR)
President of Indonesian Society of Biological Psychiatry, Psychopharmacology and Sleep Medicines (ISBPPSM)

Psychopharmacology merupakan disiplin baru dalam bidang kedokteran. Walaupun gangguan psikiatri telah dikenal sejak 2500 tahun yang oleh bapak kedokteran Hippocrates, akan tetapi pengobatan gangguan psikiatri secara ilmiah barulah dimulai 50 tahun yang lalu, setelah Chlorpromazine dan Haloperidol ditemukan untuk gangguan pengobatan gangguan psikotik, Diazepam dan chlordiapoxide untuk gangguan anxietas, Imipramin dan amitryptylin untuk gangguan depresi, serta Lithium untuk gangguan manic (mood stabilizer).

Setelah ditemukan obat-obat anti-anxiety, anti-depressant, anti psychotic kemudian ada kelas baru yaitu mood stabilizers, cognitive enhancers (obat yang memperbaiki / meningkatkan fungsi cognitive/ memori) yang semuanya didapatkan pada awalnya bukan atas dasar penelitian, akan tetapi atas observasi klinis para psikiater andal ( base on serendipitous observation). Tidaklah heran bahwa psychopharmacology terutama didominasi oleh para klinikus psikiatri, atau para psikiater yang bergerak dalam research, malahan di AS dan Inggris banyak psycholog yang menjadi ahli psycho-pharmacology.

Efektivitas obat-obat psychopharmacology mengakibatkan para psikiater mempelajari dasar-dasar biologi dari berbagai gangguan mental, sehingga muncullah ilmu baru yaitu psikiatri biologic (The efficacy of these agent lead to biological basis of psychiatric disorders and born the new science which we called biological psychiatry), jadi ibu kandung psikiatri biologic adalah psikofarmakologi.

Dengan demikian ilmu ini menjadi complex, melibatkan berbagai disiplin ilmu diantaranya psikology, psychiatry, neurology, immunology, endocrinology, bio-medic dan pharmacology. ( Psychopharmacology is multi-disciplinary field, it involves the psychology, psychiatry, neurology, immunology, endocrinology, bio-medic and pharmacology).
Psychopharmacology pada dasarnya menerangkan bagaimana obat psikopharmaka bekerja, mengapa bekerja hanya ditempat itu, kapan mulai bekerjanya dan kapan berakhirnya kerja obat, dan pada siapa obat itu sebaiknya diberikan (Psychopharmacology explain how drug work, why, when and to whom ).
Psychopharmacology Apa tujuan dari ilmu ini (What Is Its
murung menjadi ceria, dari marah-marah menjadi kalem dsb (Behavioral change)
Tentu secara ideal obat dapat menyebabkan kesembuhan, sekurang-kurangnya terjadi pengurangan intensitas penyakit (Remmision)
Hal itu dapat terjadi bila obat yang diberikan dapat menghilangkan sejala patologis (Absent of pathology symptom)
Jadi yang paling penting adalah meningkatkan qualitas hidup (Increase Quality Of Live = QOL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: