Bom Bunuh Diri

Tanya
Dr Yul yth,

Apakah pada orang yang melakukan bom bunuh diri ( Operator Suicide Bomber =OSB) latar belakang kepercayaan dan budaya seseorang berperan besar.? Dan apa bedanya dengan orang yang bunuh diri biasa (suicide=S)?

Herman, Jakarta

Jawab.
Sdr Herman Yth.
Terima Kasih atas pertanyaannya.

Pada operator suicide bomber (OSB), berbagai pengaruh diantaranya : tindakannya sangat dikagumi kelompok budayanya, serta keyakinan apa yang dilakukannya adalah untuk kebaikan umat manusia. Sebenarnya semua agama mengutuk bunuh diri sebagai perbuatan berdosa. Tapi OSB melihat perbuatan itu perbuatan mulia, seperti tentara, sebab dia merasa dirinya juga tentara (Tuhan).

Pada penderita bunuh diri (S) dorongan itu disebabkan keputus-asaan dan rasa benci pada diri sendiri, depresi, percaya diri rendah, menderita tekanan besar. Bunuh diri bukanlah hasil dari pertimbangan rasional. Keputusan untuk bunuh diri biasanya di-lakukan secara impulsif di bawah tekanan emosi yang hebat .

Pada OSB, umur antara 15-25 tahun, biasanya sudah menikah , di komunitasnya dikenal sebagai orang yang baik, dan ikatan agama / kepercayaan yang kuat, pertimbangannya sangat rasional, terencana, tidak impulsive. Mereka biasanya telah menerima indoktrinasi bertahun-tahun. Tindakan yang dilakukan tidaklah atas dasar ketakutan, atau uang, malahan dengan rasa senang dan bahagia, karena menerima penghormatan untuk melakukan itu.

Pada penderita S nyaris tidak ada yang melakukan pada usia dibawah 15-20 tahun, dan biasanya dilakukan oleh orang yang sudah bercerai dan menduda/ janda, hubungan keluarga kurang harmonis, ikatan agama yang kurang kuat. Bunuh diri sering terjadi di pada kelas profesional , dan hidup dikota besar,dia merasa tidak bahagia, kesepian dan tersingkirkan, tertekan dan kondisi psikologi yang serupa dengan depresi. Dalam berbagai penelitian para penderita Suicide cenderung serotonin (zat kimia- neurotransmitter di otak) pada umumnya rendah.

Pada OSB ada perhitungan satu orang mati (dirinya), 10-1000 musuh akan mati atau menderita. Tidak selalu OSB percaya dia akan masuk surga, tapi dia percaya bahwa tindakannya akan merubah dunia menjadi sesuai dengan konsepnya. Mereka adalah pemuda sehat, berotak cerdas, berasal dari desa terpencil, telah mengalami cuci otak dalam jangka lama, walaupun belum ada penyelidikan yang sistematis saya memperkirakan serotonin dan endorphinnya mungkin tinggi.

Dr.Yul Iskandar., PhD.

Pertanyaan pada Dr. Yul Iskandar .PhD, dapat disampaikan ke Redaksi Kesehatan Bisnis Indonesia, atau langsung ke Institute For Cognitive Research (ICR)- E-mail dryul96@rad.net.id atau Fax 72.66.931

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: