MMPI1-MMPI2-MMPI-Yul Iskandar

MMPI-Yul Iskandar= Manggala Multiple Personality Inventory

Bila dilihat item yang diganti dari MMPI I, oleh MMPI-2, ternyata hasil MMPI terjemahan dan modifikasi tahun 2001 oleh Yul Iskandar, masih relevan, sehingga tidak ada gunanya merubah dari MMPI yang ada terjemahannya, dengan MMPI-2.

Selanjutnya lihat di
https://dryuliskandar.wordpress.com/2009/03/27/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-17/

Empat Dasa Warsa Pendekatan Eklektik-Holistik di bidang Kedokteran Jiwa (Psikiatri) (1966-2006), dan Terapi Gangguan Skizofrenia.

Oleh

R. Kusumanto Setyonegoro.,MD.,SpKJ., PhD,

 Guru besar (emeritus)  psikiatri FKUI, Jkt

mantan Direktur Kesehatan Jiwa, Depkes RI

dan

Yul Iskandar,MD., SpKJ., PhD

Direktur Institute for Cognitive Research.

Catatan.

Tulisan ini  diambil dari Disertasi Kusumanto Setyonegoro (1966), dan   pendapat Yul Iskandar terhadap tesis itu,  naskah ini telah dipersiapkan selama lebih kurang 10 tahun, dan baru bisa selesai tahun 2006.  Naskah ini sedianya akan diterbitkan menjadi buku atas persetujuan Prof. Kusumanto pada tahun 2006,  dengan judul diatas. Abstrak tulisan ini pernah dibacakan dalam kongress Indonesian Society for Psychopharmacology,  Biological Psychiatry and Sleep Medicines. Tulisan ini untuk sementara diterbitkan  dalam bentuk seperti ini, dan 

Tulisan ini  bisa diperbanyak tanpa izin asal  menyebut sumbernya.    

 

 

Dengan demikian itu, maka sebagai perkembangan yang logik terjelma gerakan kesehatan jiwa pada taraf internasional yang telah berhasil memberikan suatu konseptualisasi tentang apa yang hendak disebutkan kesehatan jiwa (mental health). Perumusan asas-asas kesehatan jiwa dihasilkan oleh kongres internasional kesehatan jiwa di London (1948), yang menyatakan :

 

(1)         MENTAL HEALTH IS A CONDITION WHICH PERMITS THE OPTIMAL DEVELOPMENT PHYSICAL, INTELLECTUAL AND EMOTIONAL OF THE INDIVIDUAL, SO FAR AS THIS IS COMPATIBLE WITH THAT OF OTHER INDIVIDUALS

 

(2)         A GOOD SOCIETY IS ONE THAT ALLOWS THIS DEVELOPMENT TO ITS MEMBERS WHILE THE SAME TIME ENSURING ITS OWN DEVELOPMENT AND BEING TOLERANT TOWARDS OTHER SOCIETIES

 

(3)         WORLD CITIZENSHIP IMPLIES GOOD SOCIETY ON A WORLD SCALE

 

Dalam membaca formulasi ini jelas nampak corak ideallistiknya. Hal ini mungkin merupakan salah satu refleksi dari pada suasana yang terdapat segera sesudah perang dunia ke II berakhir yang telah membawa penuh derita dan duka bagi segenap manusia di seluruh dunia. Tetapi, jelas pula kiranya bahwa mungkin sekali idealisme yang menjulang demikian tingginya itu, tidak pernah akan terlaksana bentuk konkritnya. Kritik dan sikap skeptik yang demikian itu boleh dikemukakan dan boleh diterima juga akan tetapi ada satu-dua hal yang bersifat amat positif yang (walau bagaimanapun) dapat kita ambil intisarinya, yang hingga sekarang pun tetap berarti sangat positif pula.

 

Salah satu hal ialah beralihnya perhatian dan pandangan psikiater dari pada suatu sikap yang berorientasi terapeutik semata-mata, ke arah usaha-usaha preventif yang terutama didasarkan atas pengertian dan asas-asas dinamika psikologi dalam kepribadian individu.

(Kusumanto Disertasi 1966).

 

Definisi kesehatan jiwa tersebut dibuat tahun 1948, suatu hal  yang terjadi 60 tahun yang lalu, pengobatan anxietas masih oeh barbiturat (luminal),  anti depresant belum ditemukan dan anti psikotik belum dikenal. Adanya genome yang menjadi marker biologis gangguan psikotik belum dikenal. Sebenarnya suatu hal yang kontradiktif dalam dunia kedokteran, suatu penyakit yang belum jelas sebabnya dapat dilakukan usaha preventif. Seharusnya  suatu penyakit diketahui dulu penyebabnya baru dapat diusahakan preventive, seperti setelah diketahui penyebab tuberkulosis, dan dapat diisolasi bakterinya maka dapat dilakukan usaha preventif  untuk penyakit itu misalnya dengan pemberian imunisasi.

Pada dasarnya pendapat umum dan pendapat para psikiaterpun (kebanyakan)  mengatakan bahwa  dinamika psikologi, dan kepribadian individu adalah penyebab gangguan psikiatri. Dalam pikiran mereka saat itu masalah –masalah dinamika individu yang kini dikatakan stress, merupakan penyebab (etiologi) terjadinya gangguan psikiatri, dari yang ringan (anxietas) sampai yang berat (schizophrenia). Pada waktu itu belum ada satupun psikiater yang pernah berpikir bahwa virus (human megalo virus) yang menginfeksi wanita hamil atau bayi, setelah 15-20 tahun kemudian bisa  membuat seorang menjadi psikotik atau schizophrenia.  

(Dr Yul Iskandar, 2006)

 

Hubungan antar manusia yang bersifat toleran dan yang bersifat permissif sangat dianjurkan kepada pihak-pihak yang berkewibawaan, agar pihak-pihak yang menduduki tempat-tempat yang agak labil dapat bertambah besar kepercayan dirinya dan diberikan kesempatan tumbuh dan berkembang yang sesempurna- sempurnanya.

Secara ringkas dapat dikatakan, bahwa horizon ilmu psikiatri diperlebar dan dicoraki warna-warna yang lebih optimistik dari pada sebelumnya. Hal lain yang positif memperoleh tunjangan dari pada gagasan kesehatan jiwa itu ialah majunya secara pesat pengetahuan-pengetahuan yang berhubungan dengan ikhtiar-ikhtiar seleksi atas dasar psikologi kepribadian (personaliti) dan daya kemampuan individu. Istilah seperti “efisiensi mental”, atau “produktivitas mental” sering terdengar, sedangkan maksud dan tujuan yang tersimpul di dalamnya bergema secara sangat menguntungkan diberbagai instansi-instansi dan perusahaan-perusahaan yang berlomba-lomba mengusahakan produktivitas dan efisiensinya.

(Kusumanto , Disertasi 1966)

Dari gagasan kesehatan jiwa, berkembang pesat dalam dunia psikologi  khususnya berbagai  cabang dibidang personaliti dan intelligensi.

Dalam bidang  personality antara tahun 1930-1948 terdapat kemajuan yang besar dengan adanya MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)., lebih lagi setelah 1948 kemajuan bertambah pesat.

 

Pada sekitar tahun 1930-an dengan lahirnya test MMPI sebagai test yang objektif, akan mengurangi ketidak-sempurnaan penilaian test  yang subjektif.    MMPI dikembangkan pada akhir tahun 1930-an oleh Dr. Starke Hathaway, seorang psikolog dan Dr. J.C McKinley, seorang psikiater. Sejak penerbitannya, MMPI ini telah menjadi instrumen yang digunakan secara luas untuk test personality yang objektif untuk mengukur mengenai sikap, pengalaman, tingkah laku, maupun keluhan-keluhan klinis di bidang fisik atau mental health.

 

MMPI dibuat berdasarkan sejumlah skala (kelompok-kelompok dari soal-soal) yang merefleksikan variasi personality yang berbeda. Jawaban seorang individu dinilai berdasarkan pada setiap skala. Interpretasi MMPI berdasarkan atas hasil jawaban pasien yang dibandingkan  dengan  hasil  kelompok control normal.

 

Pada dasarnya, setiap skala dapat ditafsirkan secara terbuka dan independen terhadap yang lainnya, tetapi dapat pula mengambil penafsiran untuk mempertimbangkan hubungan diantara skala-skala tersebut. Dengan demikian, dapat dibuat  interpretasi skala tunggal yang sederhana  atau suatu pendekatan  konfigural (berdasarkan susunan) yang kompleks. Sementara pendekatan konfigural dihasilkan dalam interpretasi MMPI, membutuhkan pengalaman dan pendidikan  yang lebih luas pada sisi ahli klinis yang ingin menggunakan test tersebut. Konsekuensinya, lebih sedikit ahli klinis yang mampu menggunakan test tersebut karena banyak yang tidak terlatih terhadap detil-detil interpretasi MMPI  secara konfigural tersebut. Dengan adanya kompleksitas yang terus meningkat , merupakan suatu kebutuhan untuk dapat mengandalkan komputer dalam pelaksanaannya.

 

Hal tersebut diharapkan  ada gambaran skala kepribadian (personality)  pasien yang menghasilkan metode pengidentifikasikan kelompok experimental  dan kelompok-kelompok kontrol untuk riset mengenai gangguan  psikologi / psikiatri dan mungkin perubahan profil psikologi/ psikiatri sebagai  respon terapi  psikologi / psikiatri maupun respon  terhadap perawatan.

 

Kompleksitas personality  ini begitu jelas –(belum tampak atau  belum disadari benar, ketika  periode  pengembangan test kepribadian sebelum MMPI-). Test-test sebelum MMPI  sepertinya  dibuat dengan harapan agar skala  kepribadian yang  kompleks menjadi sesuatu yang sederhana,  sebagaimana nilai  IQ yang sederhana, dalam bidang inteligensi.

 

Personality, apapun definisi psikologi yang kita berikan terhadap istilah ini, paling tidak rumit, jika tidak lebih  rumit dari anatomi atau fisiologi  tubuh manusia. MMPI merupakan sesuatu yang baru ada sejak awal  perang dunia terakhir. Pada masa  itu  diperlukan test  untuk memilih orang  yang kuat  terhadap  banyaknya   tekanan, dan bisa   menseleksi  orang –orang supaya tidak mudah kena mental ‘break down ‘ atau  stress.

 

Tetapi para psycholog dan para psikiater  yang  melakukan test  tersebut mengeluh bahwa terlalu banyak waktu yang dibutuhkan bagi seseorang untuk melakukan test MMPI tersebut. Padahal  pemeriksaan  fisik,  penge-test-an laboratorium  pemeriksaan  jantung, paru-paru dll,  memerlukan lebih dari satu spesialis  dan dengan menggunakan perlengkapan yang rumit membutuhkan waktu berjam-jam.

 

Dengan konsep yang terbatas mengenai variasi ketidak normalan psikologi itu, bukan sesuatu yang mengejutkan jika tingkat ketidakmampuan (disabilities) mental/  emosional  pada waktu krisis atau perang tetap tinggi. Sekarang kita mulai menyadari bahwa pemeriksaan  dan evaluasi personaliti  akan menjadi lebih kompleks dibandingkan pemeriksaan  fisik.

 

MMPI dimulai dan berlanjut tanpa dasar teori yang signifikan. Prinsip dasar yang relatif  sederhana yaitu  observasi ‘actuarial’  menunjukkan  adanya hubungan  asosiasi  antara kejadian masa lalu  dengan kejadian masa kini  serta mungkin memperkirakan kejadian dimasa depan.  Jika beberapa pasien yang mengatakan  dirinya depresi  lalu melakukan bunuh diri, kemudian, tanpa harus  ada teori  atau  asumsi penyebabnya , kita  dapat mengatakan bahwa pasien lain yang depresi mungkin  dia akan melakukan bunuh diri (ternyata  dari penelitian 15% penderita depresi mencoba untuk bunuh diri), jadi sebaliknya dapat pula dikatakan bahwa pasien yang mempunyai pikiran untuk bunuh diri mungkin dia menderita depresi.

 

Contoh lain  jika pasien mengatakan mereka yakin seseorang mencoba meracuni mereka seringkali didiagnosa mengalami paranoid, maka jika  ada  pasien berikutnya yang  mengatakan  hal serupa  akan  disebut juga  sebagai paranoid.

 

Jika seorang pasien mengatakan  terhadap dua hal atau lebih  yang diamati bersamaan terdapat kemungkinan  diagnosis atau perilaku  yang sama  maka berdasarkan hal ini, kemungkinan diagnosis atau perilaku  tersebut akan mendekati kebenaran lebih besar dibanding hanya berdasarkan pada satu hal saja.

 

Kebanyakan penerapan  praktis  test MMPI disandarkan pada dasar sederhana ini. Akumulasi interpretasi pengetahuan  MMPI, sebagaimana diterapkan oleh klinisi yang berpengalaman,  diambil dari memorinya mengenai pengeneralisasi  deskripsi,  berdasarkan penilaiannya mengenai kemungkinan-kemungkinan yang membuat suatu kasus tertentu kurang lebih dilihat sama .

 

Perkembangan validitas MMPI tersebut telah memperoleh  bentuk yang baik. Dalam hal pencarian  skala-skala  klinis yang baru dan berguna serta menarik, seperti diagnosis atau respon terhadap terapi telah berkembang pula. Disamping itu dikenal  bentuk tingkah laku yang lain, yang sering terjadi  yang berhubungan dengan kode profil atau karakteristik yang telah dilakukan uji  statistik..

 

Meskipun otak manusia merupakan sesuatu yang rumit dan terlatih melampaui jangkauan terjauh dari imaginasinya, akan tetapi komputer melewati kemampuan otak-otak terbaik. Dalam beberapa detik sebuah komputer dapat menyediakan sebuah hasil materi interpretasi yang terintegrasi yang mungkin dapat diterapkan dan digunakan secara tidak langsung sebagai sebuah dasar terhadap evaluasi klinis yang lebih jauh.

 

Sebagaimana pelayanan telah semakin  berkembang, sejumlah perubahan telah dibuat untuk memperbaiki efisiensi dan kegunaan klinis. Seluruh materi test telah didesain ulang untuk memfasilitasi penggunaan untuk  jangkauan yang lebih luas bagi para pasien dan untuk mengurangi  kemungkinan terjadinya kesalahan. Riset yang diperluas dan sejumlah skala baru telah dimasukkan dalam system penginterpretasian demi tersedianya laporan yang lebih akurat dan komprehensif.

 

Dengan kapasitas penyimpanan memori yang besar, komputer dapat merekam materi dengan volume yang besar mengenai kelompok-kelompok klinis dan dengan cepat menghubungkan materi ini kepada kasus data yang baru. Komputer, diberikan input yang terdiri dari jawaban-jawaban individu terhadap test psikologi, dapat menganalisa informasi ini menurut aturan-aturan yang dibentuk dan memilih, dari suatu penyimpanan materi yang telah disusun sebelumnya, diagnosa dan gambaran pernyataan-pernyataan kebanyakan dapat diterapkan pada pasien tertentu. Prosedur ini menawarkan tingkat akurasi dan objektifitas yang tinggi, dan suatu kemampuan untuk mengingat dan menggunakan, tidak hanya isi dari literature riset yang telah diterbitkan yang berhubungan dengan test, tetapi juga sebuah sumasi mengenai keahlian-keahlian interpretasi dari sejumlah ahli klinis.

 

MMPI – 2,

Sejak tahun 1960-an MMPI, mendapat serangan besar-besaran, karena test itu dipakai untuk merekruit pegawai pemerintah di AS (Civil federal goverment of USA). Serangan yang utama adalah masalah pertanyaan tentang religious (ada 13 pertanyaan) yang bertentangan dengan konstitusi AS, yang  menghargai  hak-hak warganegara dalam bidang kepercayaan, agama dan keyakinan yang tak boleh dipertanyakan, atau dapat menjadi penghalang untuk menjadi  pegawai pemerintah. Tahun 1965, kongress AS mempertanyakan  test-test psikologis (diantaranya MMPI) yang dipakai untuk merekruit pegawai pemerintah (Federal civil services) yang dalam test mempertanyakan  akan masalah-masalah kehidupan sexual individu,  situasi keluarga, religious, masalah kebiasaan personal.  Disamping itu MMPI mendapat serangan dari kelompok minoritas (dari Afro-American, Hispanic dan Asian).

Pada tahun 1960-an  Hatahaway pencipta MMPI membela diri, bahwa MMPI ditujukan untuk klinis, akan tetapi setelah dipakai  untuk keperluan non-klinis, tentunya akan menimbulkan banyak kelemahan. Akan tetapi apa adanya MMPI yang pertama adalah yang terbaik, dan untuk merevisi akan memerlukan $100.000,- (pada tahun 1960-an), dan akan menjadikan ribuan hasil penelitian dari MMPI lama akan menjadi sampah. Dengan berbagai kekurangannya MMPI adalah masih merupakan yang terbaik dari personaliti yang ada. 

Dari tekanan  para politisi, dari golongan minoritas, akhirnya  penerus MMPI yaitu W.G Dahlstrom membuat komite MMPI dari universitas Minnesota, yang diketuai oleh Butcher, J.N. Masalah –masalah sensitif  yang melanggar konstitusi (AS) dikeluarkan dari item MMPI yang disebutnya kemudian MMPI-2, yang dibuat dengan adanya dana yang cukup dari pemerintah  dan instansi lain, memperhatikan tekanan para minoritas, sehingga  jadilah MMPI-2.

Tahun 1989, Butcher, J.N.,Dahlstrom, W.G., Graham.J.R.., Tellegen, A dan Kraemer, B kelompok muda dari Minessesota  University, melakukan studi ulang dari MMPI  Hathaway dan McKinley.  Dalam bukunya MMPI-2: Manual for administration and scoring dikemukakan bahwa  AS (tahun 1989) sudah berbeda dengan AS tahun 1930-an.

Standard normal (normal value) pada tahun 1930-an diambil dari etnis Kaukasus (kulit putih), khususnya yang berbahasa Inggris penduduk Minnesota, beragama protestan, dan setiap minggu ke Gereja.  Minesota (1930) adalah kota kecil  di AS  bukan  metropolitan seperti New York atau Los Angeles. Etnis group pada umumnya seragam dan homogen, sedangkan  tahun 1989, Kelompok Butcher, J.N dibantu seniornya W. Grant Dahlstrom,  menstandarisasi ulang dengan memasukkan kelompok minoritas, diantaranya kelompok Afro-Amerika, Native – Americans (orang Indian) dan kelompok lain  yang sesuai dengan sensus penduduk AS ditahun 1980. Jadi kini kelompok kontrol lebih representatives, sehingga ada  beberapa item yang diganti  diantaranya  item mengenai masalah-masalah sensitif  tentang kehidupan sexual individu,  situasi keluarga, religious,  dan juga pepatah (idioms) kuno . Pertanyaan itu dibuang atau diganti karena situasi dan kondisi tidak sama lagi dengan tahun 1930-an.

 

Akan tetapi berbeda dengan  yang belum pernah melihat MMPI asli dari Hathaway dan McKinley MMPI-2,  mempunyai format yang sama, tetap mempertahankan 4 skala validitas dan 10 skala klinis, serta skala scoring,  serta  menganggap T = 50 +/ – 20  sebagai  normal. Akan tetapi MMPI-2 dengan option ada skala baru  yaitu Skala Drug abuse,  Type A personality,  serta Marital problem  bisa dibuat atas permintaan.   

 

MMPI , MMPI-2 dan MMPI Indonesia.

Penterjemahan MMPI oleh Yul Iskandar  bukanlah suatu translasi (menterjemahkan seperti dengan kamus) tetapi lebih pada upaya transliterasi dengan memperhatikan  berbagai faktor kebudayaan, religiousitas, kalimat negation (kalimat positif dan kalimat negatif), struktur kalimat ( kalimat simple, compound dan complex), voice (memperhatikan unsur active voice dan passive voice), tense (memperhatikan unsur present,  past tense, past perfect tense) unsur person (Aku, Kita, Kami, dan Kamu serta Dia). Unsur – unsur religiousitas penduduk Minesota tahun 1930-an adalah kebanyakan protestan,  dan pada MMPI Indonesia, pertanyaan religiousitas  dinetralkan. Contoh pertanyaan :

no 95: I go to Church almost every week.  Penduduk  Minesota 1930-an, pada umumnya akan  menjawab Ya sebagai mayoritas, dan Tidak adalah minoritas. Ditahun 1980-an, ternyata  jawaban Ya adalah minoritas, sedangkan  Tidak adalah mayoritas. Terjemahan dalam bahasa Indonesia (Yul Iskandar) Aku rajin pergi ketempat ibadah. (True) sampai saat ini masih mayoritas.

Bila dilihat item yang diganti dari MMPI I, oleh MMPI-2, ternyata  hasil MMPI terjemahan dan modifikasi tahun 2001 oleh Yul Iskandar, masih relevan, sehingga  tidak  ada gunanya  merubah  dari MMPI yang ada terjemahannya, dengan MMPI-2.

 

(Dr  Yul Iskandar, 2006)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: