TSE

Tanya

Dr. Yul Yth,

 

Beberapa waktu lalu  disalah satu majalah Asing, saya membaca bahwa ada penyakit yang disebabkan  memakan  daging yang telah  terkontaminasi  dengan  TSE  (Transmissible Spongiform Encephalopathies). Dikemukakan bahwa penyakit ini bisa fatal. Dengan adanya  daging-daging yang tak jelas asalnya, mungkinkah  kita terkontaminasi.  Dikemukakan pula  penyebabnya  infeksi PRION. Apakah  Prion itu.

Sdr. Mimin

Jakarta

Jawab.

Sdr. Mimin Yth,

Penyakit TSE (Transmissible Spongiform Encephalopathies)  suatu kumpulan penyakit yang menyerang  manusia dan hewan. Yang diserang oleh penyakit ini  adalah otak, sehingga otak mengalami degenerasi  dan kemudian menyerupai spons (spongy degeneration of the brain) yang  akan berakibat berbagai gejala neurologist  yang akhirnya fatal bagi penderitanya. Salah satu golongan dari TSE adalah  Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) yang dapat menyerang  berbagai  species lain  seperti sapi, kucing, anjang, manusia dan lain-lain.

Penyakit BSE  dapat ditularkan, dan mempunyai masa inkubasi (dari infeksi sampai ada gejala klinis) yang panjang  dan bisa mencapai 4-5 tahun.  Bila telah timbul gejala klinis maka akan fatal akibatnya dalam waktu 2 minggu sampai 2 bulan.

Banyak bukti bahwa BSE disebabkan oleh PRION suatu protein yang mempunyai kemampuan replikasi, jadi dapat dianggap suatu mahluk yang lebih rendah dari virus.  Penyebaran penyakit karena hewan memakan daging atau (bubuk) tulang yang mengandung PRION, yang sering diberikan sebagai ’food  supplements’  dari makanan  hewan itu sendiri.

Penelitian di Inggris  menunjukkan  hewan  penderita BSE pada umumnya adalah hewan-hewan yang mendapat makanan berupa tepung otak, tulang, daging sapi yang telah terkontaminasi. Seperti diketahui  sapi-sapi di Inggris  (dan juga di Eropah)  dahulu  sebelum ditemukan BSE, selain mendapat makanan rumput sering mendapat  ’supplement’ dari tepung binatang, sehingga  sapi itu itu menjadi kanibal untuk sapi lainnya. Prion itu sangat stabil, tidak mati oleh pemanasan, pembekuan, sterilisasi, pasteurisasi,  pengeringan maupun dimasak dengan suhu panas.

Oleh sebab itu tugas pemerintah untuk melindungi rakyatnya supaya jangan sampai daging yang tertular TSE berada di pasaran.

 

Pertanyaan  pada  Dr. Yul Iskandar .PhD,  dapat  disampaikan ke Redaksi Kesehatan  Bisnis Indonesia, atau langsung  ke Institute For Cognitive Research (ICR) E-mail dryul96@rad.net.id atau Fax 72.66.931

 

DR.Yul Iskandar.,PhD

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: