Neuropsiko-fisiologi.

 Ini berarti bahwa sampai taraf tertentu pula, baik secara langsung maupun tak langsung atau secara timbal balik ada factor-faktor atau segi-segi organic, tegasnya neurofisiologi memegang peranan dalam penjelmaan jenis tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Kelainan organic serebral, paling sedikit secara potensial dapat menjelmakan kelainan tingkah laku kepribadian individu yang bersangkutan
selanjutnya di https://dryuliskandar.wordpress.com/2008/12/25/psikiatri-kusumanto-yul-iskandar-5/

.

 

Empat Dasa Warsa Pendekatan Eklektik-Holistik di bidang Kedokteran Jiwa (Psikiatri) (1966-2006), dan Terapi Gangguan Skizofrenia.

Oleh

R. Kusumanto Setyonegoro.,MD.,SpKJ., PhD

psikiater,

mantan Guru besar psikiatri FKUI, Jkt

mantan Direktur Kesehatan Jiwa, Depkes RI                 

dan

 Yul Iskandar,MD., SpKJ., PhD

Direktur Institute for Cognitive Research.

 

Catatan.

Tulisan  adalah diambil dari Disertasi Kusumanto Setyonegoro (1966), dan   pendapat Yul Iskandar (2006)  terhadap tesis itu,  buku ini sedianya akan diterbitkan pada tahun 2006,  dengan judul diatas, atas persetujuan Prof. Kusumanto, akan tetapi karena pada tahun itu  terjadi  berbagai persoalan perselisihan  antara  pimpinan internal RS Dharma Graha  ,  yang melibatkan  Dr. Yul Iskandar  kepada masalah  tidak terlalu penting, tetapi harus dikerjakan  dan akhirnya  tidak praktek  di RS Dharma Graha. Baru saat ini tulisan ini  bisa diterbitkan  dalam bentuk seperti ini, dan  akan disebar luaskan melalui blog ini.  Tulisan ini  bisa diperbanyak tanpa izin asal  menyebut sumbernya.    

 

 

(d).      Pentingnya aspek-aspek neurofisiologi bagi ilmu psikiatri

 

            Tingkah laku manusia berdasarkan pelbagai “kekuatan-kekuatan dinamik (dynamic force)”, yang bersifat yang “terberi” dan yang “terdidik” dalam sejarah perkembangan individu manusia yang unik itu. Ini berarti bahwa sampai taraf tertentu pula, baik secara langsung maupun tak langsung atau secara timbal balik ada factor-faktor atau segi-segi organic, tegasnya neurofisiologi memegang peranan dalam penjelmaan jenis tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Kelainan organic serebral, paling sedikit secara potensial dapat menjelmakan kelainan tingkah laku kepribadian individu yang bersangkutan. (Kusumanto 1966)

 

Masalah terberi (genetik) atau organik, malahan yang menyangkut fungsi otak sebenarnya sudah lama sekali diketahui. Akan tetapi pengetahuan brain fisiologi pada tahun 1966, masih merupakan embrio, masih merupakan misteri. Pada saat itu komputer yang ada besarnya sebesar studio rekaman, sehingga penelitian diruang universitas mengenai brain fisiologi hampir mustahil. Semua tahu bahwa pentingnya otak, tapi sampai berapa penting pada saat tidak ada yang tahu.lain halnya tingkah laku (behaviour) hasil didikan, bisa dilihat dan dilakukan experimen. Walaupun demikian 2 anak dibesarkan oleh orang tua yang sama dengan lingkungan yang sama, dengan aturan yang sama, jadinya tingkah lakunya mungkin lain. Lebih lanjut bisa dilihat bahwa dari 5 anak yang dibesarkan oleh orang tua, ternyata  kadang-kadang muncul seorang yang mengalami schizophrenia, sedangkan  saudara lainnya sehat-sehat saja. Inilah berbagai misteri tentang tingkah laku baik normal maupun abnormal. (Yul Iskandar 2006)

 

            Umumnya dapat dikatakan, bahwa penelitian neurofisiologi itu menaruh minat terhadap kepada relasi dan kolerasi antara bagian-bagian cerebrum disatu pihak dan terjelmanya kesan-kesan intero dan eksteroseptik dipihak lain. Antara lain, maka pengertian seperti “emosi” dan “perasaaan”, serta “proses pikir” dapat diartikan sekedarnya dalam berbagai unsur dalam bidang neurofisiologi itu.  (Kusumanto 1966)

 

Pada tahun 1966, fungsi hemisphere otak belum terlalu jelas seperti sekarang. Secara neuro anatomi telah lama diketahui bahwa otak, ditutupi oleh tulang tengkorak, dan dibawahnya dilapisi 3 membran yang dinamakan duramatter. Hal ini telah diterangkan oleh Professor Johannes Vesling, seorang ahli neuroanatomi dari Padua Italia, pada abad ke 17.

Tentu bila dilakukan pembukaan otak, maka kemungkinan besar  orangnya akan mati, atau orang mati, yang bisa dilakukan  pemeriksaan anatominya. Adanya kemajuan yaitu adanya X-ray, membuat pemeriksaan otak lebih baik dan lebih terarah, akan tetapi X-ray hanya mampu membuat gambaran 2 dimensi dari otak yang 3 dimensi. Sehingga interpretasi  hasil Xray sama sekali tidak akan berguna untuk gangguan psikiatri, kecuali terlihat adanya tumor atau perdarahan otak.

Kemajuan lain dalam melihat otak adalah adanya alat yang dinamakan CT (Computerized axial Tomography), dengan CT sken, maka kini otak bisa dilihat secara 3 dimensi, malahan bisa dilihat potongan perpotongan (slices, tomos dalam bahasa yunani artinya potongan=section).

Kemajuan alat lain selain adanya CT sken adalah didapatkannya MRI (Magnetic Resonance Imaging), perbedaan MRI dan X ray atau CT Sken adalah MRI kemampuan otak mengabsorbsi gelombang radio, dan dengan cara tertentu atom atom di otak melakukan resonansi terhadapt gelombang radio magnetik tersebut. Keunggulannya kini resolusi MRI menjadi lebih kecil dari 1 milimeter, atau 10-100 kali cara CT sken. Tentu kemajuan ini menunjukkan hal yang sangat baik dari segi brain anatomi, karena kini dalam ukuran yang sangat kecil sudah dapat dilihat  bentuk bentuk bagian di otak. Tetapi kembali yang dilihat adalah anatominya dan bukan fungsi otak sendiri.

Teknik yang lebih maju adalah dengan fMRI (fuctional MRI), teknik ini sama dengan MRI biasa akan tetapi kini dia beresonansi sangat sensitif terhadap oxygen yang dibawa oleh Hb. Daerah yang bekerja keras, di otak, maka oxygen akan banyak disana. Misalnya kalau kita membaca, maka daerah-daerah yang terlibat dalam fungsi membaca, oxygen yang akan kedaerah itu akan bertambah. Dalam hal diketahui daerah occipital merupakan daerah di otak untuk fungsi penglihatan, maka pada fMRI, akan tampak bahwa daerah itu sangat aktif.

Lebih jauh lagi adanya alat yang dinamaka PET (Positron emision tomography) sken,  dengan alat ini maka lokalisasi daerah dimana sedang dilakukan pekerjaan mental bisa dilihat. Misalnya mendengarkan musik, melihat gambar, mengerjakan pekerjaan tangan dll, dengan alat PET Sken, daerah daerah diotak dapat dilihat.

Adanya FMRI  dan PET sken merupakan kemajuan yang luar biasa dari hanya melihat struktur otak (melalui X ray dan CT Sken), tetapi kini dimana daerah yang aktif dapat dilihat, misalnya bila seseorang sedang marah atau dalam keadaan senang.

Tetapi walaupun demikian alat-alat itu baru mengetahui alairan darah, konsumsi oxygen, dan konsumsi glukose. Alat-alat itu belum sampai mempunyai kemampuan menerangkan aktivitas otak, atau gelombang otak. (Yul Iskandar 2006)

 

Penelitian-penelitian yang berteknik “ablaio” dan “stimulasi” merupakan penyelidikan yang amat menarik perhatian. (Kusumanto 1966)

 

Pada waktu perang banyak tentara yang otaknya terkena peluru, maka berkat teknik neurosurgeri, pecahan-pecahan granat, atau peluru di otak dengan mudah diambil, dan disamping itu  dapat pula dilakukan ‘ablaio’ disuatu daerah, dan ditemukan bahwa dengan teknik itu maka bagian tubuh tertentu tidak dapat bekerja. Sebaliknya bila dilakukan stimulasi, misalnya didaerah oxypital dilakukan stimulasi maka akan terlihat cahaya, sehingga  daerah diotak dapat dipetakan fungsinya satu persatu. (Yul Iskandar 2006)

 

            Ada lingkaran-lingkaran (circuits) yang mungkin terlebih bersifat stimulatif eksitatorik, ada yang bersifat suppresif, sehingga antara bertambah dan berkurangnya aktivitas neuron dapat diduga harus ada keseimbangan, jika organisme berada dalam keadaan stabil, harmonik dan normal. Rupa-rupanya jka integritas dari pada system homeostatic ini terganggu, akan timbul berbagai gangguan pula. Jalan pikiran yang demikian ini jelas mengingatkan pada dasar-dasar yang oleh Pavlov dikemukan sebagai pengetahuan reflexologinya. (Kusumanto 1966)

Pada tahun 1960-1970, pengaruh Pavlov dengan conditioning reflexnya sedang sangat diminati, pada awalnya oleh pada fisiologis, kemudian para psikologis, dan banyak psikiater juga mulai tertarik untuk mengembangkan teori berdasarkan teori Pavlov itu.

Akan tetapi makin lama  makin nayatalah bahwa gangguan psikiatri, khususnya psikotik, dan lebih khusus gangguan schizophrenia tidaklah sesederhana ajaran Pavlov itu. Pada saat itu neurotransmitter belum dianggap penting, karena alat-alat yang canggih untuk melihat sel (elektron-microskop)  dalam bentuk detail belum berkembng ( Yul  Iskandar (2006)

            Salah satu perkembangan lain yang penting dan yang ada hubungannya dengan segala pengetahuan yang tercakup oleh neurofisiologi dan reflexologi ialah ditemukannya obat-obat atau zat-zat psikotropik, tegasnya cabang psikofarmakologi. Obat-obat ini demikian pentingnya bagi ilmu psikiatri modern sehingga sekarang pun ( 1966) hanya 15 tahun sesudah introduksi obat psikotropik yang pertama, sukar kita membayangkan adanya ilmu psikiatri itu tanpa adanya obat-obatan psikotropik.  (Kusumanto 1966)

 

Penemuan obat psikotropik tidaklah ada hubungannya dengan penemuan alat-alat tersebut. Berdasarkan legenda CPZ (Chlorpromazine) ditemukan pada waktu perang Vietnam, antara tentara Perancis dan Tentara Vietnam. Ketika tentara Vietnam mengepung benteng Dien Bien Vu yang dikuasai Perancis, maka banyak sekali tentara Perancis yang luka dan berbagai macam penyakit, sedangkan obat yang ada hanya tinggal  CPZ  yang tadinya digunakan sebagai obat cacing, atau obat anti histamin yang kurang berkhasiat. Akan tetapi ternyata dengan dosis yang besar (100-300 mg) CPZ ini mampu  menghilangkan stress tentara perancis, malahan yang hampir syok karena perdarahan, mampu diatasi, begitu juga tak bisa tidur dapat tidur dengan pulas, dan pasien yang muntah-muntah juga berhenti muntah-muntahnya.

Berdasarkan hal itulah Delay dan Denicker melakukan percobaan dan ternyata dia memperlihatkan bahwa CPZ ternyata mempunyai kemampuan anti psikotik.

 (Yul Iskandar 2006)

 

Kegelisahan yang hebat yang kadang-kadang memerlukan penguasaan penderita secara fisik sekarang dapat ditinggalkan. Penderita dapat bergerak di lingkungan rumah sakit atau rumah sendiri dengan jauh lebih leluasa, hampir tanpa hambatan-hambatan yang berarti. Ia lebih lekas diizinkan pulang dan lebih besar dapat mengambil manfaat dari pada pelbagai tinadakan psikoterapi kedokteran atau rehabilitasi mental, sehingga secara social existensial baginya tercipta kemungkinan yang lebih luas untuk kembali ke normalitas. (Kusumanto 1966)

Pada awal tahun 1960-1970 terjadi euphoria, bahwa akhirnya manusia akan mampu melawan gangguan kegelisahan, sehingga mereka menamakannya  the drug for the soul (obat untuk roh), di Amerika mereka menamakannya Tranquillizer (penenang), dengan pikiran bahwa obat-obat itu bisa menenangkan jiwa – jiwa yang tak tenang. Diakhir abad ke 20 ternyata bahwa euphoria itu hanya sebagaian saja benar, akan tetapi  tidak semua jenis gangguan schizophrenia dapat diobati secara tuntas. Memang pasien bisa lebih kooperatif, tapi ternyata ada sebagian yang refrakter walapun pemberian dosis yang cukup besar, yang hanya membuat pasien jadi tidur saja, tetapi begitu bangun akan kembali kekondisi semula. Pada akhir abad ke 20, pemikiran mulai rasional, dan perkataan tranquillizer telah ditinggalkan. Beberapa istilah seperti neurotik juga telah tidak dipakai lagi. (Yul iskandar  2066)

 

            Akan tetapi, dalam pada itu semua, masih tetap ada persoalan yang amat intensif menunggu kita yaitu menetapkan sikap yang lebih teliti dan seksama terhadap masalah relasi dan inter relasi antara jasmani dan jiwa. Masalah yang klasik inilah yang dalam fasal yang berikutnya akan dicoba dibahas dibawah ini.

 (Kusumanto 1966)

 

Satu Tanggapan to “Neuropsiko-fisiologi.”

  1. irfan Says:

    emmm bagus,, makasi ya,, tas bacaan nya.. saya mau kunjungi obat psikologis kmana ya???
    yg menjelaskan dosis indikasi dan bentuk obat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: